Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Limbah kelapa di Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, mulai dilirik sebagai bahan baku industri kreatif yang berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Limbah kelapa di Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, mulai dilirik sebagai bahan baku industri kreatif yang berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Komoditas yang selama ini melimpah tersebut didorong untuk diolah menjadi suvenir khas yang memiliki nilai jual sekaligus memperkuat ekonomi wisata.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan potensi kelapa di Maratua belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menciptakan produk kreatif yang memiliki identitas lokal.
“Maratua belum memiliki oleh-oleh khas. Padahal potensi kelapanya melimpah,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Pihaknya memperkenalkan peluang tersebut melalui berbagai pelatihan. Mulai dari teknik mengolah limbah kelapa menjadi berbagai kerajinan, seperti gantungan kunci, bros, kalung, tempat tisu, hingga miniatur kapal layar.
Melalui pelatihan yang rutin, pemikiran untuk mendaur ulang bahan yang sebelumnya dianggap limbah dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Namun, ia menekankan pendampingan harus berlanjut agar keterampilan tersebut tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
“Hasilnya luar biasa. Kami tidak ingin pelatihan ini berhenti di sini,” katanya.
Untuk itu, pihaknya meminta camat, kepala kampung dan pemangku kepentingan di Maratua ikut mendampingi setiap pelatihan di gelar, sehingga mempertahankan produksi secara berkelanjutan.
Selain pendampingan, legalitas kelompok pengrajin juga menjadi perhatian. Pengurusan legalitas dinilai penting agar kelompok dapat mengakses bantuan peralatan dari pemerintah sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan.
Langkah berikutnya diarahkan pada perluasan pasar. Diskoperindag berencana menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan pengelola resor di Maratua untuk membantu memasarkan produk kerajinan masyarakat.
Resor tidak hanya diharapkan menjadi tempat memajang produk, tetapi juga berpotensi menjadi konsumen langsung dengan memanfaatkan kerajinan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan kamar maupun restoran.
“Kami akan ajak resor-resor membantu pemasaran, termasuk membeli produk untuk kebutuhan kamar atau restoran,” jelas Eva.
Upaya tersebut diharapkan membuat produk berbahan limbah kelapa tidak sekadar menjadi suvenir bagi wisatawan, tetapi berkembang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata Maratua.
Eva menegaskan, pengembangan industri kreatif tersebut pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pertumbuhan sektor wisata.
“Kami ingin masyarakat Maratua menjadi pelaku utama ekonomi wisata,” pungkasnya.
Editor: Erwin






474 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 40 km Barat Parigi Moutong
08 Okt 2026, 16:21:53 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG