"Kesalahan di porprov kemarin pengcab (pengurus cabang) banyak menggunakan atlet luar. Contohnya POSSI Samarinda itu, harusnya lebih aktif. Porprov lalu bisa berprestasi tinggi, tapi sayang atlet bukan dari Samarinda. Akhirnya kita tidak punya atlet yang bagus untuk tim PON. Kami akan serius membenahi ini,” ungkap Hatta, belum lama ini.
Menurut Hatta, Kaltim berpotensi untuk melahirkan atlet-atlet selam terbaik, apabila pembinaan benar-benar dilakukan sejak usia dini. Ia juga meminta pengcab untuk menjaga atlet potensialnya agar tidak dicomot daerah lain.
"Kesalahan yang lalu juga, kita banyak atlet bagus di porprov yang usianya masih muda-muda. Tapi saat si atlet kuliah di luar Kaltim, jadi tidak terpantau dan akhirnya kita kehilangan atlet,” ujarnya.
Untuk mengembalikan prestasi selam di level nasional, lanjut Hatta, POSSI Kaltim akan membenahi konsep Training Camp (TC) dan penambahan alat-alat selam yang sudah mulau uzur. Ia mengakui TC PON 2016 lalu kurang begitu ketat, bahkan peralatan yang digunakan juga kurang.
"Alat selam perlu tambah lagi, karena alat kita harus dibeli di luar negeri. Sampai TC PON 2016 kemarin kendala kita ya belum datang alatnya. Padahal keperluan untuk atlet laut itu khusus. Dan kita juga akan memperketat seleksi atlet maupun peningkatan teknik atlet kedepannya,” pungkasnya. (rgn)
"Kesalahan di porprov kemarin pengcab (pengurus cabang) banyak menggunakan atlet luar. Contohnya POSSI Samarinda itu, harusnya lebih aktif. Porprov lalu bisa berprestasi tinggi, tapi sayang atlet bukan dari Samarinda. Akhirnya kita tidak punya atlet yang bagus untuk tim PON. Kami akan serius membenahi ini,” ungkap Hatta, belum lama ini.
Menurut Hatta, Kaltim berpotensi untuk melahirkan atlet-atlet selam terbaik, apabila pembinaan benar-benar dilakukan sejak usia dini. Ia juga meminta pengcab untuk menjaga atlet potensialnya agar tidak dicomot daerah lain.
"Kesalahan yang lalu juga, kita banyak atlet bagus di porprov yang usianya masih muda-muda. Tapi saat si atlet kuliah di luar Kaltim, jadi tidak terpantau dan akhirnya kita kehilangan atlet,” ujarnya.
Untuk mengembalikan prestasi selam di level nasional, lanjut Hatta, POSSI Kaltim akan membenahi konsep Training Camp (TC) dan penambahan alat-alat selam yang sudah mulau uzur. Ia mengakui TC PON 2016 lalu kurang begitu ketat, bahkan peralatan yang digunakan juga kurang.
"Alat selam perlu tambah lagi, karena alat kita harus dibeli di luar negeri. Sampai TC PON 2016 kemarin kendala kita ya belum datang alatnya. Padahal keperluan untuk atlet laut itu khusus. Dan kita juga akan memperketat seleksi atlet maupun peningkatan teknik atlet kedepannya,” pungkasnya. (rgn)