Dalam melakukan kunjungan itu Agiel menyebutkan akan didampingi pihak Kepolisian Daerah Kaltim, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Kaltim, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan pembahas draf raperda yang saat ini sedang dibahas oleh pansus dalam rangka meningkatkan pajak dan retribusi daerah khususnya yang berkaitan dengan kendaraan alat berat.
"Mangkanya instansi terkait kami ajak untuk bersama-sama menggali data dan informasi tentang jumlah kendaraan perusahaan terutama alat berat. Pasalnya, hingga saat ini belum ada data yang jelas," ujar Agiel.
Tentunya para perusahaan didorong untuk membayar pajak kendaraannya di Kaltim termasuk kendaraan plat luar agar nantinya bisa merubah menjadi plat Kaltim. "Operasionalnya kan disini sudah semestinya pajaknya ke Kaltim juga," katanya.
Selain alat berat pansus juga melakukan pendataan pekerja asing untuk melihat apakah yang bersangkutan bekerja di lintas kabupaten/kota atau tidak sehingga diketahui retribusi atau Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) masuk ke provinsi atau kabupaten dan kota. (kk1/adv)