Ia mengakui dalam pelaksanaan perbaikan jalan di APBD murni 2023 lalu Pemprov Kaltim memiliki capaian yang cukup apik, khususnya pada sektor peningkatan jalan dapat ia perkirakan telah mencapai 70 persen, namun hal itu bukan berarti menjadi sebuah kepuasan tersendiri, melainkan perlu memperhatikan bagian segmen jalan yang masih terbilang butuh penanganan.
"Khususnya daerah yang mengarah dari Kutai Timur menuju ke Berau, saya perhatikan daerah tersebut masih banyak yang perlu mendapatkan penanganan, karena jalan provinsi juga tak banyak," ucap Jabir, Kamis (28/9/2023).
Ia menjelaskan, detail lokasi yang memerlukan perhatian seperti daerah Talisayan menuju Tanjung Redep, adapula Kaliorang menuju Kaubun. Sementara itu selain daerah Kutim, ia juga membeberkan ada sedikit segmen jalan menuju Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang juga masih membutuhkan perhatian. "Itu beberapa segmen jalan yang perlu diperhatikan Pemprov Kaltim untuk penanganan jalan yang statusnya milik provinsi," ujarnya.
Melihat keterbatasan waktu yang ada, Politisi Partai Kebangkitab Bangsa (PKB) ini mengungkapkan untuk memaksimalkan daya serap anggaran, ia mengusulkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat melakukan kegiatan pengadaan yang bersifat elektronik atau melalui E-Catalog.
Ia meyakini apabila melalui metode tersebut tak perlu membutuhkan waktu lama dalam proses jelang kegiatan pengerjaan. "Soalnya kalau melalui proses lelang, ada administrasi yang cukup panjang, jadi melihat waktu yang ada sangat tidak efesien untuk memaksimalkan daya serap anggaran," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin