Untuk diketahui, rancangan nilai APBD 2024 itu mengalami peningkatan dari APBD 2023 yang sebesar Rp17 triliun. Tentu dengan adanya peningkatan nilai APBD tersebut, ia turut mengapresiasi Pemprov Kaltim dengan berbagai upayanya.
"Kami meminta Pemprov Kaltim untuk menghitung potensi pendapatan apakah ada kemungkinan peningkatan kembali dari rancangan yang ada," ucap Sarkowi, Selasa (15/8/2023).
Perhitungan itu diminta setidaknya dapat mendekati angka pasti, guna mewujudkan ketertiban dalam merancang APBD Kaltim serta program-program yang akan diusulkan.
"Supaya bisa tertib, karena kami tidak ingin ini akan berpengaruh pada aspek belanja kalau ini tidak diperhitungkan dengan jelas," jelasnya.
Sarkowi menegaskan, adanya peningkatan pada nilai APBD turut diapresiasi, namun disamping itu peningkatan ini tak mampu memberikan manfaat baik untuk masyarakat di Kaltim khususnya mengenai persoalan capaian pembangunan.
"Banyak yang perlu diperhatikan, seperti angka kemiskinan, peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia), angka harapan hidup masyarakat dan banyak yang lainnya," tegasnya.
Terlebih mengomentari kegiatan Pemprov Kaltim yang belakangan ini terlihat dilaksanakan di luar daerah bahkan perjalanan dinas luar negeri yang terkesan membuang-buang anggaran, ia harap ke depan Pemprov Kaltim lebih konsentrasi terhadap beberapa faktor yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin