Hal itu ia sampaikan setelah mengetahui perkembangan dari fasilitas tersebut yang hingga saat ini masih belum mendapatkan kepastian.
Untuk diketahui, baru saja KEK MBTK berhasil menarik perhatian dua investor yang nilai investasinya mencapai Rp800 miliar, tentu kabar tersebut merupakan informasi yang sangat positif dari apa yang diharapkan.
Namun hal itu justru tak terlepas dari kritikannya terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang dinilai tak serius mengelola fasilitas tersebut. Baginya, jika pengelolaan itu ingin maksimal, Pemprov Kaltim perlu mendirikan Perusahaan Daerah (Perusda) baru yang khusus menangani hal itu.
"Kalau sejauh ini kan diberikan kepada MBS (Melati Bhakti Satya), perusahaan itu sudah terlalu banyak, jadi susah untuk konsen," ucap Adam, Selasa (1/8/2023).
Menurutnya, dengan adanya lembaga yang mengelola secara khusus KEK MBTK akan lebih maksimal untuk bergerak terutama menghimpun para investor untuk dapat menanamkan sahamnya.
Selain itu pengembangan sarana dan utilitas umum pada KEK MBTK juga diharap dapat menjadi konsentrasi bersama seluruh pihak yang terkait, sebab baginya peningkatan tersebut jadi salah satu cara untuk dapat menarik investor. Maka dari itu, ia menegaskan periode kepemimpinan Isran Noor dan Hadi Mulyadi seharusnya dapat menyoroti hal tersebut.
" Menurut saya periode saat ini tidak konsen untuk meneruskan apa yang telah dikerjakan oleh pemimpin sebelumnya, seharusnya dalam setiap tahun bisa dievaluasi untuk bisa menarik investor," tegasnya.
Ia menyayangkan pembangunan yang telah menghabiskan anggaran cukup besar itu namun tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, padahal untuk potensi investasi yang dihasilkan bisa mencapai Rp34,4 triliun. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin