Adam mengungkapkan, hingga saat ini sektor pariwisata berkontribusi sangat kecil untuk pendapatan daerah. Dari keseluruhan pendapatan daerah yang masuk dalam nilai APBD Kaltim, sektor pariwisata hanya menyumbang kurang dari satu persen.
Namun menurutnya, bukan berarti sektor pariwisata Kaltim tak dapat diandalkan, melainkan anggaran untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani juga mendapatkan alokasi cukup kecil, sehingga memaksimalkan pariwisata di Kaltim juga terbatas.
“Kami pernah menanyakan mengapa bisa hal itu terjadi ya karena anggaran untuk OPD juga kecil,” ucap Adam, Senin (3/7/2023).
Sehingga ia menyebutkan apabila upaya peningkatkan pendapatan daerah dari sektor wisata ingin menjadi fokus terdapat konsekuensi dibaliknya yaitu memberikan anggaran besar kepada OPD yang dimaksud. “Memang akan ada konsekuensinya yaitu dengan memberikan anggaran besar untuk OPD, tapi sudah saatnya kita beralih dari SDA ke sektor pariwisata,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah peralihan fokus untuk pendapatan ini juga jelasnya harus dibarengi dengan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar dapat menjadi fokus bersama dalam program kerja pemerintahan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin