Reza yang juga merupakan Wakil Ketua Pansus menjelaskan saat ini tugas pihaknya telah rampung dalam melakukan evaluasi atas LKPJ Gubernur Kaltim pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2022, penyampaian laporan akhir dengan produk rekomendasi untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim adalah simbol dari berakhirnya masa kerja pansus.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan dalam proses kerja yang berjalan internal pansus dituntut untuk bekerja sesuai dengan pembagian porsi kerja sesuai dengan komisi dari masing-masing anggota yang tergabung.
"Kemarin kita sudah pembagian sesuai dengan ranah kerja komisi yang ada, jadi saya fokus kepada pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat," ucap Reza, Jumat (26/5/2023).
Reza menegaskan sesuai dengan hasil evaluasi yang pihaknya temukan masih banyak kekurangan yang perlu diperhatikan oleh Pemprov Kaltim dan itu harus menjadi bahan perbaikan.
Ia mencontohkan dari sektor pendidikan beberapa hal yang mesti diperbaiki seperti sertifikasi guru dan para pelajar hingga kesejahteraan para tenaga pendidik yang turut ia singgung.
"Kami menilai dari sektor-sektor tersebut masih kurang maksimal dan perlu diperhatikan oleh Pemprov Kaltim," tuturnya.
Begitu juga dari bidang kesehatan, Reza membeberkan kesejahteraan para tenaga kesehatan terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil, terluar dan tertinggal (3T). "Masih kurang mendapatkan kesejahteraan bagi mereka yang ada di posisi tersebut," jelasnya.
Termasuk pemberdayaan masyarakat melalui bantuan dana dari Pemprov Kaltim kepada desa-desa sebesar Rp50 juta ia mengharapkan adanya peningkatan dari nilai besaran yang ada.
"Karena bantuan tersebut menurut kami sangat bermanfaat bagi pemerintahan desa juga mendorong pemerataan pembangunan," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto