Ia mengungkapkan rencana pembangunan itu bertujuan untuk menghimpun seluruh pelaku UMKM yang ada di Kaltim untuk dapat menjadi pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Kaltim yang dimiliki untuk dijual kepada para masyarakat pendatang saat hendak kembali ke daerahnya masing-masing.
"Galeri UMKM ini tujuannya kemarin dibangun supaya mempermudah tempat perbelanjaan oleh-oleh dan dapat menghimpun pelaku UMKM kita," ucap Jabir Kamis(11/5/2023).
Namun sayangnya dalam uji petik untuk mengevaluasi LKPJ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 itu ia menyayangkan bangunan yang digadang-gadang sebagai tempat perbelanjaan oleh-oleh itu belum dapat dimanfaatkan karena masih dalam proses pembangunan, ia menyebut sudah puluhan miliar rupiah yang digelontorkan oleh Pemprov Kaltim namun belum juga rampung. "Awal itu belasan miliar kemudian belum selesai lanjut lagi tahun ini Rp26 miliar, tapi belum sampai penyelesaian," tuturnya.
Tentu hal itu merupakan salah satu yang turut disayangkan, sebab puluhan miliar telah digelontorkan untuk rencana pembangunan Galeri UMKM akan tetapi hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan dan menghasilkan sumber pendapatan baru bagi daerah.
Meskipun ia tak menampik keterbatasan anggaran pasti hambatan yang kerap ditemukan. "Tapi maksud kami setidaknya kerjakan dulu satu selesai bangun lagi, artinya tidak ada manfaat, jangan sampai bangunan ini jadi bangunan mangkrak ke depannya," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto