Ely yang merupakan Anggota DPRD berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kukar menyayangkan nilai bantuan yang diberikan hanya sebesar Rp38 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 ini, bukan bermaksud tidak menghargai bantuan yang telah digelontorkan namun menurutnya dengan luasan wilayah Kabupaten Kukar, Pemprov Kaltim dapat memberikan anggaran yang lebih besar dari itu karena tanggung jawab yang dicakup begitu besar.
"Dengan besaran nilai yang dikucurkan menurut saya sama seperti diremehkan," ucap Ely, Jumat (14/4/2023).
Apalagi ia menegaskan selain wilayah yang dinaungi cukup besar, Kabupaten Kukar juga dikenal sebagai salah satu daerah dengan penyumbang APBD yang cukup besar pula, tak hanya itu penyumbang suara terbesar juga jadi salah satu faktor yang harusnya dapat dipertimbangkan oleh Pemprov Kaltim untuk menetapkan kucuran Bankeu yang akan diberikan.
"Faktor ini harusnya bisa dipertimbangkan untuk pemberian Bankeu bisa lebih besar dari yang ada ini, selain itu guna menjunjung keadilan dalam hal keuangan," tegasnya.
Ia mengharapkan pada APBD 2024 mendatang Pemprov Kaltim dapat memperhatikan penyaluran Bankeu Provinsi, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga berharap supaya ke depan nilai anggaran dapat ditambah mencapai Rp100 miliar.
"Karena ada bnyak sekali yang dapat dimanfaatkan dari bantuan tersebut, seperti perbaikan jalan khususnya masih memerlukan perhatian," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto