Dia yang merupakan Anggota DPRD asal Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan itu menggambarkan dalam lahan yang tengah bersengketa itu, saat ini sebagian luasan tengah ditanami kebun jagung masyarakat yang merasa memiliki lahan tersebut, tepatnya lahan yang sedang bersengketa itu di Kilometer 7 Pintu Tol Balikpapan-Samarinda.
"Awal mula sengketa itu terjadi karena persoalan pembebasan jalan tol yang lalu, kemudian bergeser ke lahan tersebut," ucapnya Selasa (28/2/2023).
Kendati demikian ia ta menampik persoalan itu terjadi lantaran administrasi dokumen kepemilikan lahan yang semerawut di Balikpapan pada kepemimpinan yang lama, tak heran jika hal itu terjadi dan ia mendorong agar adanya penyelesaian mengenai sengketa lahan.
"Kita ketahui bahwa di Balikpapan ini kan banyak persoalan sengketa lahan karena dulu mengenai dokumen itu masih berantakan jadi sering menemukan tumpang tindih," ucapnya.
Ia meminta kepada Komisi I DPRD Kaltim dapat memfasilitasi sebagai upaya mediasi antara masyarakat dengan Kodam VI Mulawarman untuk penyelesaian persoalan sengketa lahan tersebut.
"Saya berharap masalah sengketa lahan yang melibatkan masyarakat kecil ini bisa segera terselesaikan, karena kasihan tidak ada kepastian kemudian mendapatkan intimidasi dari oknum kemudian isunya berkembang kemana-mana, hal ini yang tidak kita inginkan ," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto