Sebetulnya menurut Salehuddin ada peluang besar bagi mahasiswa maupun siswa yang terdampak dari sub kategori tersebut namun banyak dari mereka malu untuk mengurus sejumlah kelengkapan administrasi tersebut. "Kami berharap stakeholder bisa membantu, karena peluangnya cukup besar," kata Salehuddin Jumat (24/2/2023).
Organisasi pemerhati perlindungan perempuan dan anak juga dapat berkontribusi menjadi instrumen dalam membantu penerima manfaat beasiswa tersebut. "Jadi yang kami harapkan semua unsur bisa terlibat, supaya beasiswa ini bisa terserap sesuai peruntukannya," sebutnya.
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu juga mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Kaltim dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Kota yang tersebar berkaitan dengan hal itu. "Karena kami meyakini dengan langkah itu informasi beasiswa kita bisa tersebar merata," kata Saleh lagi.
Saleh mengapresiasi penentuan kebijakan yang diambil oleh Pemprov Kaltim dan Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BP-BKT) yang telah menyediakan kesempatan terhadap sejumlah kategori, hal itu ditegaskan dalam upaya mendorong pembangunan pendidikan di Kaltim. (Adv)
Editor: Aspian Nur