Menurut Anggota Komisi III DPRD Kaltim Mimi Meriami BR Pane, pendapatan tertinggi tersebut sangat tak sesuai dengan kondisi faktual infrastruktur yang ada. Bahkan infrastruktur berupa jalan di Kaltim ini sangat jauh dari kata layak.
"Tidak usah jauh-jauh, di wilayah Handil, Samboja yang kanan kirinya batu bara jalanannya justru rusak parah," kata Mimi.
Penghasil devisa Kaltim itu nomor dua terbesar. Sebenarnya tidak mengherankan ketika meraih realisasi pendapatan daerah tertinggi. Namun dengan pendapatan yang besar tersebut semestinya harus berkesinambungan dengan pembangunan infrastruktur yang layak dan memadai. Karenanya, penghsrgaan yang didapat sangat bertolak belakang dengan kenyataan.
"Di daerah infrastruktur sangat memperhatinkan. Penghargaan dan kenyataan sangat bertolak belakang," tegas Mimi
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebut realisasi pendapatan harusnya selaras dengan pembangunan. Mimi mengaku tak mengerti arah dari pemprov ini mau kemana karena semestinya pembangunan infrastruktur itu menjadi prioritas.
"Kemana uangnya, disini banyak perusahaan, jalanan yang kanan kiri batu bara, pasti hancur. Harusnya banyak pendapatan yang masuk, jalanan yang ada juga bagus," jelasnya.
"Harusnya itu (jalanan) prioritas, dengan alasan itu tadi anggaran yang besar. Menurut saya selama ada kemauan pasti ada jalan. Kita juga sudah sewajarnya menuntut hak kita, jangan hasil bumi terkuras habis masyarakat cuman nikmatin dampak," pungkas Mimi. (adv)
Penulis: Faishal Ays
Editor: Aspian Nur