Sarkowi menyampaikan pembentukan KPMD-KT ini menjadi wadah silaturahmi para anggota dewan muda di DPRD Kaltim, sekaligus wadah diskusi pembangunan serta ruang belajar politik pemuda yang ada di Kaltim.
“Kita merasa terpanggil untuk pengembangan politik anak muda. Kita berupaya menjadi motor penggerak kaum muda agar dapat terlibat menjadi wakil rakyat,” kata Oi sapaannya.
Ia menjelaskan sebagai proyeksi ke depan kegiatan KPMD-KT akan berfokus kepada peningkatan kapasitas. Seperti, sosialisasi program pendidikan politik di dalam parlemen muda dan pemuda Kaltim sendiri. Selain itu juga membedah isu-isu pembangunan yang ada di Kaltim saat ini.
Fitri Maesaroh menambahkan, koalisi ini terbentuk karena semakin ke depan semakin banyak populasi generasi muda di Kaltim. Ia menginginkan generasi muda tidak menjadi boomerang dalam pembangunan kelak. Ini sebagai wujud mempersiapkan pemuda untuk dapat melanjutkan estafet kepemimpinan yang ada.
“Kita harus siapkan situasi bonus demografi, agar tidak menjadi boomerang. Kita mencoba menjembatani, agar bonus demografi tidak menjadi permasalahan," terangnya.
Sarkowi menegaskan adanya koalisi ini tidak akan membuat polemik antara parlemen senior dan junior. Kata dia, koalisi ini terbentuk tidak untuk mendiskriminasi perbedaan umur antar anggota dewan. Namun, bertujuan khusus untuk mendorong parlemen muda untuk mengambil perannya. “Saya yakin para senior sangat mendukung. Yang tua pun menyokong dan ikut membantu jalannya forum ini,” ujarnya.
Sutomo Jabir menegaskan bahwa koalisi ini tak ada kaitannya dengan fraksi manapun. ”Kita lebih fleksibel agar kemudian ada kedinamisan dalam kelembagaan dan pembangunan,” ucapnya. (adv/*1)
Editor : Bambang Irawan