"Interkonektifitas infrastruktur jalan menciptakan pemerataan dan keadilan di seluruh daerah. Kalau itu bisa terwujud dengan baik dan maksimal maka peningkatan perekonomian dan bidang lainnya secara otomatis akan mengikuti," tuturnya.
Jalan yang menghubungkan antar kabupaten/kota lanjut dia masih banyak kurangnya seperti rusak, berlubang, bergelombang bahkan longsor sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.
Politikus PKB itu menyebutkan tidak hanya jalan pengubung antar daerah saja akan tetapi jalan di antar kecamatan dan desa masih jauh dari ideal. Sebab itu pemerintah provinsi harus hadir membantu pemerintah daerah. "Secara administrasi memang jalan antar kecamatan dan desa merupakan tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota akan tetapi dengan minimnya anggaran maka bisa dibantu melalui anggaran bantuan keuangan," kata pria yang juga tokoh aktivis kepemudaan itu.
Persoalan lain yang kerap kali masih menjadi momok di perkotaan seperti banjir dan macet juga masih terjadi. "Samarinda banjir, demikian daerah lain apabila curah hujan tinggi juga banjir. Macet juga demikian," bebernya.
Ia mencobtohkan seperti rencana pembangunan jalan layang di Simpang Lima Muara Rapak, Balikpapan yang dinilainya merupakan keniscayaan yang perlu untuk diwujudkan dalam rangka mengurai kemacetan dan kemungkinan banjir.
Seperti diketahui, rencana proyek yang dibangun sepanjang 550 meter dan menghabiskan estimasi anggaran sebesar Rp 214,7 miliar itu rencananya mulai dibangun di akhir Tahun 2021. Kendati demikian dengan melihat belum ada pengesahan APBD Kaltim 2021 maka sepertinya rencana pembangunan kembali tertunda.
Pria yang akrab disapa Bang Udin itu mengaku bahwa Fraksi PKB sejak awal mendukung rencana pembangunan jalan layang dimaksud karena memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
"Tegas saya katakan sejak awal mendukung. Menyisakan dua tahun, masa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur Kaltim saat ini harus mampu membuat solusi konektivitas infrastruktur seperti jalan layang dan jembatan yang salah satunya Jembatan Pulau Balang karena rakyat sangat membutuhkan," pungkasnya. (adv/*2)
Editor : Bambang Irawan