Ia menjelaskan hal pertama yang dilakukan oleh Komisi II adalah dengan melakukan pemetaan seluruh kabupaten/kota se-Kaltim karena secara geografis masing-masing daerah memiliki keunikan dan potensi yang berbeda satu dengan lainnya.
“Jadi dilakukan secara bertahap dan sudah dimulai awal tahun tadi komisi II melakukan penggalian informasi dengan mengunjungi UPTD milik Pemprov Kaltim di kabupaten/kota guna melihat potensi apa yang bisa dioptimalkan,”bebernya.
Politikus PDIP itu mencontohkan hasil pertemuan dengan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) banyak potensi yang apabila dimaksimalkan akan menjadi sumber PAD baru.
Dianugerahi luasan hutan dan perairan sungai yang sempurna menjadikan Kubar memiliki potensi jalur arung jeram, potensi pengembangan pertanian, dan potensi pengembangan jenis ikan yang menjadi khas daerah tersebut.
“Ada jenis anggrek yang khas endemik Kubar, ada juga ikan Tebelak yang biasa hidup di perairan Long Bagun. Selain itu, destinasi wisata alam bernama Batuq Bura yang terletak di kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan, dan potensi lainnya,”sebutnya.
Di Kutai Kartanegara, lanjut dia setelah melakukan pertemuan dengan UPTD BBI Padi dan Palawija Rempanga memang ditemukan beberapa kendala seperti alih fungsi lahan dan kekurangan tenaga teknis di lapangan, padahal, Kukar merupakan potensi dalam pengembangan pertanian khususnya padi.
Berbagai kendala yang dihadapi oleh UPTD nantinya akan disampaikan kepada dinas terkait untuk kemudian bersama-sama mencari solusi agar potensi PAD dari masing-masing daerah bisa dimaksimalkan. (adv/*2)
Editor : Bambang Irawan