Anggota DPRD Kaltim Herliana Yanti menyebutkan masyarakat meminta adanya perhatian dari pemerintah dan perusahaan agar dapat membantu dengan cara membuat sekolah khusus bagi penyandang ABK.
“Di sana menurut laporan orang tua banyak anak tergolong autis. Minimnya informasi dan sarana prasarana tentang merawat dan memberi pengajaran terhadap ABK menjadi kendala besar bagi para orang tua,” sebutnya.
Untuk menutupi kekurangan itu, warga mengandalkan relawan atau komunitas pemerhati ABK yang sangat membantu tidak hanya bagi anak akan tetapi juga sekaligus membantu memberikan pemahaman kepada orang tua.
“Menjadi orang tua anak berkebutuhan khusus itu tidaklah mudah, terpenting bagaimana orang tuanya dulu mendapatkan pemahaman serta menerima ikhlas terhadap kondisi si anak. Karena tidak semua orang tua bisa maksimal memberikan pembelajaran bagi anaknya,”ucapnya.
Keberadaan sekolah ABK lanjut dia sangat diperlukan karena anak akan mendapatkan pendidikan yang layak dari guru dan tenaga pendidik yang dilengkapi sarana dan prasarana penunjang sehingga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.
Oleh sebab itu pihaknya berharap pembangunan sekolah khusus ABK bisa menjadi program prioritas pembangunan pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik provinsi maupun daerah di Tahun 2022.(adv*2)
Editor : Bambang Irawan