"Narkoba kini menjadi masalah sosial. Untuk itu perlu ditanamkan kepada masyarakat pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Sehingga mereka bisa menghindari untuk menggunakannya," ucapnya.
Ia menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba bisa dilakukan dalam bentuk pelatihan atau penyuluhan tentang bahaya narkoba. Apalagi untuk masyarakat yang kurang mengenyam pendidikan yang disebabkan kurangnya ekonomi untuk menjalankan pendidikan. Contohnya untuk masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran.
"Seperti masyarakat di pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya mencari uang dengan bertani, bercocok tanam dan berternak hewan. Sehingga sangat kurang pengetahuan akan pentingnya bahaya narkoba," katanya.
Sosialisasi juga perlu dilakukan di daerah - daerah menjadi target penjualan narkoba dengan pengguna narkoba terbanyak.
Saat ini Sumut menempati ranking pertama di Indonesia dalam penyalahgunaan narkoba disusul Sumsel dan DKI Jakarta, Kaltim menempati urutan 33. Adapun kabupaten/kota yang menjadi pengguna terbesar narkoba untuk wilayak Kaltim adalah Samarinda, Kutai Kartanegara dan Balikpapan.
"Untuk itu kami berharap agar program yang diusulkan dapat direalisasikan dan menjadi perhatian pemerintah. Sebagai upaya untuk mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di Kaltim," harapnya. (adv/*3)
Editor : Bambang Irawan