“Kota Balikpapan sangat kekurangan SMA dan SMK, bukan hanya kuantitas namun kualitas juga harus terus dijaga untuk mencetak generasi-generasi emas masa depan. Keberhasilan pembangunan sebuah daerah turut ditentukan dari kualitas pendidikannya,” ungkap politisi PKB ini.
Perlunya pembangunan drainase salah satunya di wilayah Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. Khususnya di kawasan SMA 7 Balikpapan, hal ini diperlukan mengingat masalah banjir kerap menjadi langganan di daerah tersebut. “Meski banjirnya tidak separah daerah lain, namun penanggulangan lebih dini akan lebih baik, masyarakat sangat terganggu dengan masalah banjir yang terjadi akhir-akhir ini,” sebut Syafruddin lagi.
Pemerintah provinsi melalui dinas terkait agar bisa membantu mempercepat pemerataan ketersediaan air bersih di sejumlah daerah di Balikpapan. Sejumlah masalah infrastruktur agar bisa menjadi perhatian juga, baik itu peningkatan jalan, pembangunan jembatan, bantuan sosial hingga penanggulangan masalah yang ditimbulkan semenjak pandemi Covid-19.
“Masalah yang ditimbulkan akibat covid-19 ini memang kompleks, dari mulai kehilangan pekerjaan, menurunnya penghasilan, dibatasinya kegiatan yang mengumpulkan orang banyak yang berpengaruh pada ditiadakannya berbagai kegiatan belajar tatap muka. Hingga keluhan orang tua murid harus menyediakan waktu, tenaga dan biaya yang lebih banyak untuk sekolah online,” katanya. (adv/*3)
Editor: Aspian Nur