Ia berharap pelaku yang tergolong predator anak mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Pasalnya, perbuatan pelaku telah merusak masa depan korban dan meninggalkan traumatik yang memerlukan waktu pemulihan.
"Peran pengawasan harus lebih ditingkatkan tidak hanya orang tua saja tetapi orang di sekitar juga wajib peduli baik keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Kasus ini pelajaran berharga agar selalu waspada," katanya.
Ia menjelaskan, secara psikologis pelaku kekerasan seksual terpicu karena seringnya menonton video porno dan didorong adanya kesempatan sehingga membuat pelaku berani melakukan aksi bejatnya.
Menurutnya, anak dan kaum perempuan paling rentan menadi korban tindak kekerasan khususnya kekerasan seksual. Ini disebabkan secara fisik dan psikologis mereka lemah apabila di bawah tekanan.
"Kalau melihat dari kasus yang terjadi selama ini, ada dua faktor yang menyebabkan anak menjadi target tindak kejahatan yakni karena mudah diperdaya dengan iming-iming tertentu dan di bawah tekanan sehingga membuat mereka tidak melawan dan tutup mulut," ujarnya.(adv/*2)
Editor: M. Huldi