“Selama puluhan tahun petani karet kesulitan dalam menjual hasil kebunnya, harus dikirim sampai ke Banjarmasin. Tentu mempengaruhi harga jualnya. Biaya berkebun, ongkos angkut, belum lagi harus melalui pihak tengkulak yang mencari keuntungan juga,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Namun demikian, dia mengapresiasi karena baru-baru ini warga petani karet sudah tak harus menjual semua hasil kebun karetnya ke Banjarmasin. Karena ada alternatif pemasaran ke PT Davco yang berada di Kampung Rejo Basuki. Hanya saja, perusahaan baru mampu menampung pembelian karet sebanyak 30 ton/hari.
Selain terkait hasil perkebunan karet, Veridiana juga berharap pemerintah lebih memperhatikan fasilitas publik di daerah tersebut. Seperti sarana kesehatan, gedung pertemuan, infrastruktur jalan, sarana air bersih, dan listrik yang memadai.
“Saya harap pemerintah memperhatikan segala fasilitas publik serta mensupport berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (adv/3*)
Editor: M. Huldi