Untuk itu, anggota Komisi II DPRD Kaltim Safuad mengimbau Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim dan kabupaten/kota untuk menjaga kestabilan harga sembako selama masa pandemi Corona ini.
Safuad menyampaikan, salah satu strategi menjaga kestabilan harga sembako adalah dengan menjaga kecukupan suplai barang. Oleh karena itu, pemerintah diimbau untuk menyuplai barang yang lebih besar guna mencegah lonjakan harga sembako yang lebih tinggi.
“Salah satu faktor penyebab kenaikan harga ini adalah peningkatan permintaan dari masyarakat luas. Hal ini sebenarnya wajar karena ditinjau dari segi ekonomi. Jika permintaan naik, maka kemungkinan besar harga akan naik. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah kalau kenaikan harga itu terlalu tinggi,” katanya.
Selain itu, cara mengantisipasi lonjakan harga adalah dengan melakukan program operasi pasar (OP) atau inspeksi mendadak (sidak) dengan melakukan pengecekan secara rutin untuk mengetahui data-data pasti penyebab kenaikan harga yang dilakukan pedagang.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menghimbau agar pemerintah mengantisipasi penimbunan dan kekurangan stok bahan pokok.
Dia meminta para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang yang bisa menimbulkan kenaikan harga di pasaran sehingga dapat merugikan konsumen, utamanya masyarakat menengah ke bawah. (adv/*3)