Politikus PDI Perjuangan ini bahkan berharap sekolah khusus dan sekolah inklusi bagi anak berkebutuhan khusus diperbanyak. Selain itu, pemerintah juga diharapkan keberadaannya dalam mengawal kualitas dan akreditasi sekolah yang bisa menerima siswa berkebutuhan khusus. “Seperti Balikpapan, menargetkan setiap kecamatan memiliki sekolah inklusi. Setidaknya dimulai dari target seperti ini kemudian didorong dengan program yang dapat mendukung terwujudnya target tersebut,” ungkap Marthinus.
Marthinus juga mendorong pemerintah dalam meningkatkan kemampuan guru bagi anak berkebutuhan khusus melalui pembekalan pelatihan dan pendidikan. Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang mampu menopang kebutuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus juga menjadi langkah positif.
“Sekolah inklusi sangat diperlukan. Namun demikian pemerintah juga harus optimal dalam meningkatkan kualitas Sekolah Luar Biasa (SLB) yang telah berjalan. Selain itu yayasan dan aktivis yang perduli dan umumnya menaungi anak-anak berkebutuhan khusus juga perlu digandeng agar hak anak berkebutuhan khusus terpenuhi dengan layak,” urainya. (adv/*3)