Mayoritas Daerah Tak Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara
1 menit baca613 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Bencana kebakaran hutan dan lahan selama sebulan terakhir membuat kualitas udara khususnya di Kaltim menjadi cukup buruk. Kendati mulai berangsur-angsur membaik setelah hujan turun, kondisi tersebut justru mengungkap fakta baru yakni mayoritas daerah tak memiliki alat pengukur kualitas udara.
Hal itu mengundang keprihatinan dari Anggota DPRD Kaltim Mimi Meriami BR Pane yang menyebut idealnya seluruh kabupaten/kota wajib memiliki alat tersebut sebagai tolak ukur dalam menentukan tindakan medis apabila terjadi pencemaran udara baik akibat karhutla maupun dari lainnya. "Bencana asap itu musiman, yang tidak bisa dipantau itu justru polusi udara dari kendaraan terlebih di daerah padat penduduk. Angka pengguna kendaraan bermotor tiap tahunnya terus bertambah akibatnya kemacetan dan polusi sulit terhindarkan," kata Meriami.










