Kondisi tersebut membuat pengawasan menjadi tak maksimal sebab bagaimana mungkin seorang bawahan mau menegur atasannya pasti sungkan dan ada ada rasa takut. "Misalnya biro ekonomi melalukan evaluasi terhadap salah satu perusda dan hasilnya kurang baik, terus bagaimana mau menegur kalau ada atasannya menjadi petinggi diperusda itu," imbuhnya.
Kalau kondisi ini terus dibiarkan maka akan menghambat kinerja sehingga perusda sulit untuk tumbuh dan berkembang sehingga sulit untuk bersaing ditengah semakin ketatnya persaingan di dunia usaha.
Politikus PDIP itu menyebutkan guna mengatasi persoalan tersebut perlu dilakukan evaluasi menyeluruh dalam tubuh perusda khususnya yang berkaitan dengan posisi jabatan strategis seperti dewan direksi dan komisaris harus dari kalangan profesional.
Idealnya, jabatan anggota komisaris dan direksi diangkat berdasarkan pertimbangan integritas, dedikasi, memahami masalah-masalah manajemen perusahaan yang berkaitan dengan salah satu fungsi manajemen, memiliki pengetahuan yang memadai di bidang usaha Persero tersebut, serta dapat menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. "Kan terlihat perusda itu sehat atau tidak dari kinerjanya tiap tahunnya dan bagaimana langkah yang diambil ketika ada persoalan. Kalau terus merugi padahal sudah dievaluasi berkala maka kami sarankan untuk di gabung saja agar lebih efesien dan efektif," sebut Veridiana. (adv/*2)