“Banyak peluang yang bisa diciptakan, misal dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang didalamnya melibatkan sejumlah sumber daya manusia desa yang cakap dan terambil untuk mengelola,” katanya.
Menurutnya, pembinaan perangkat desa merupakan hal yang penting selain dalam rangka menjaga kualitas SDM juga untuk menjaga agar dalam pelaksanaanya ADD berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Disamping itu, peran Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kaltim harus terus ditingkatkan. Karena itu perlu didukung dalam rangka optimalisasi anggaran pembinaan pengembangan ekonomi pedesaan.
Untuk membuat program yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi potensi perekonomian masyarakat maka harus sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Ia mencontohkan, program peternakan dan pertanian dalam arti luas akan mampu menjadi penopang perekonomian sekaligus memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi. Tidak sampai disitu, apabila dikelola dengan baik akan menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi menjanjikan.
“Sudah ada bukti daerah yang mengembangkan pertanian jenis tanaman padi, jagung, karet dan lainnya, melalui program dana desa dan terbukti berhasil. Ini perlu dicontoh seluruh desa yang ada di Kaltim, yang disesuai dengan karakteristik potensi alam di masing-masing desa,” tuturnya.
Ia menambahkan, apabila semua itu dapat dilakukan dan didukung dengan tingginya partisipasi seluruh warga maka akan tercipta kemajuan dan kemandirian desa sehingga tercipta pemerataan pembangunan perekonomian. (adv/*2)