Rabu, 05/08/2026
Rabu, 05/08/2026
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir. (Foto: Istimewa)
Rabu, 05/08/2026

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir. (Foto: Istimewa)
KORANKALTIM.COM, NUNUKAN - Krisis BBM yang kembali terjadi di Kabupaten Nunukan tidak hanya berdampak pada antrean panjang di sejumlah titik penjualan, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Fraksi PKS Muhammad Nasir, SPi, MM menilai persoalan pasokan BBM harus segera mendapat penanganan serius karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil.
Nasir menyebut, nelayan menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar. Keterbatasan solar membuat sebagian nelayan harus mengurangi aktivitas melaut.
"Ketika BBM langka, dampaknya bukan hanya kendaraan yang kesulitan mendapatkan bahan bakar. Nelayan bisa berhenti melaut, pelaku usaha kecil terganggu, petani rumput laut hingga UMKM ikut merasakan dampaknya," ujar Nasir.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan energi di wilayah perbatasan tidak bisa dilihat hanya sebagai masalah distribusi, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Nasir mengatakan, rantai ekonomi di Nunukan sangat bergantung pada ketersediaan BBM. Jika pasokan terganggu dalam waktu lama, aktivitas produksi dan usaha masyarakat berpotensi ikut melemah.
"Ekonomi masyarakat perbatasan bisa ikut terhenti hanya karena persoalan BBM. Karena itu, pemerintah harus memastikan pasokan energi menjadi prioritas," katanya.
Ia berharap seluruh pihak terkait dapat segera mencari solusi agar kelangkaan BBM tidak terus berulang dan masyarakat tidak selalu menjadi pihak yang paling terdampak.
"Krisis seperti ini harus menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai setiap ada gangguan distribusi, masyarakat kecil yang harus
menanggung akibatnya," tutup Nasir. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Rabu, 05/08/2026
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER