
Rabu, 05/08/2026
Rabu, 05/08/2026
Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Rahmadani/Korankaltim.com)

Rabu, 05/08/2026

Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Rahmadani/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG - Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menyoroti temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait 260 kasus HIV sepanjang 2026.
Menurutnya, angka tersebut tergolong mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius serta kewaspadaan bersama, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Langkah pencegahan dan edukasi harus diperkuat untuk menekan laju penyebaran kasus di Kota Bontang.
“Lonjakan data kasus HIV tidak boleh dipandang sebelah mata. Intervensi pencegahan sejak dini diperlukan agar angka penularan tidak terus merangkak naik hingga akhir tahun,” ungkapnya, Selasa (4/8/2026)
Ia menjelaskan, edukasi mengenai pola hidup sehat dan bahaya penularan virus HIV di tengah masyarakat, khususnya kelompok usia produktif harus dimaksimalkan.
Dirinya juga menyampaikan, upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak boleh hanya berhenti pada pengobatan medis bagi pasien yang sudah teridentifikasi saja.
Diakuinya, pendekatan promotif dan preventif harus menjadi pilar utama melalui program sosialisasi terpadu yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat kota taman.
“Dinkes perlu memperluas jangkauan edukasi ke tempat-tempat berisiko dan lembaga pendidikan,” ucapnya.
Sinergi lintas sektor dinilai dapat membantu menyebarkan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait bahaya perilaku berisiko serta cara penularan virus tersebut.
Ia berharap, melalui sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah, pengawasan kolektif, dan kepedulian warga, angka penularan HIV di Kota Taman dapat ditekan secara signifikan. (Adv)
Editor: Erwin

Rabu, 05/08/2026
Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Rahmadani/Korankaltim.com)
TERPOPULER