Pelaksanaan perdana pemeriksaan dipusatkan di Puskesmas Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Kegiatan tersebut melibatkan tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Teluk Lingga, Puskesmas Sangatta Utara dan Puskesmas Sangatta Selatan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal. Karena itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan mengedepankan kepentingan pasien dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan tanpa hambatan yang tidak perlu.
“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pelayanan justru dipersulit," ujarnya.
Jika memang harus mendapatkan penanganan, layani terlebih dahulu. Administrasi bisa diselesaikan kemudian sesuai aturan. Kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan prosedur administrasi, tetapi juga dari kepedulian tenaga kesehatan dalam membantu masyarakat.
"Pelayanan yang cepat, tepat dan responsif menjadi bagian penting dalam memastikan program kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya," ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program jaminan kesehatan dapat berjalan efektif serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ardiansyah turut mendorong optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat memperoleh akses pelayanan medis sesuai ketentuan. Menurutnya, jaminan pembiayaan kesehatan harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas, tenaga medis, dan sistem pelayanan yang memadai. Jaminan kesehatan harus diikuti dengan kesiapan fasilitas dan tenaga medis.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki perlindungan pembiayaan, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang baik ketika membutuhkan pengobatan,” ujarnya.
Selain memperkuat layanan kesehatan preventif, pihaknya terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Pengembangan pelayanan di Rumah Sakit Kudungga menjadi salah satu perhatian, termasuk rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Wahau untuk memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Melalui pemeriksaan Pap Smear gratis ini, berharap semakin banyak perempuan memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
"Deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker serviks secara lebih cepat,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan, terutama pemeriksaan yang bertujuan mendeteksi penyakit sebelum menimbulkan gejala serius. Dengan akses pelayanan yang semakin baik dan kesadaran masyarakat yang meningkat.
"Tentu upaya menekan risiko kanker serviks diharapkan dapat berjalan lebih optimal," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Pelaksanaan perdana pemeriksaan dipusatkan di Puskesmas Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Kegiatan tersebut melibatkan tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Teluk Lingga, Puskesmas Sangatta Utara dan Puskesmas Sangatta Selatan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal. Karena itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan mengedepankan kepentingan pasien dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan tanpa hambatan yang tidak perlu.
“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pelayanan justru dipersulit," ujarnya.
Jika memang harus mendapatkan penanganan, layani terlebih dahulu. Administrasi bisa diselesaikan kemudian sesuai aturan. Kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan prosedur administrasi, tetapi juga dari kepedulian tenaga kesehatan dalam membantu masyarakat.
"Pelayanan yang cepat, tepat dan responsif menjadi bagian penting dalam memastikan program kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya," ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program jaminan kesehatan dapat berjalan efektif serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Ardiansyah turut mendorong optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat memperoleh akses pelayanan medis sesuai ketentuan. Menurutnya, jaminan pembiayaan kesehatan harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas, tenaga medis, dan sistem pelayanan yang memadai. Jaminan kesehatan harus diikuti dengan kesiapan fasilitas dan tenaga medis.
"Kita ingin masyarakat tidak hanya memiliki perlindungan pembiayaan, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang baik ketika membutuhkan pengobatan,” ujarnya.