Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen terus mendukung pengembangan potensi santri sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
1 menit baca1 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen terus mendukung pengembangan potensi santri sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, santri memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan di pesantren diharapkan tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga mendorong santri untuk berinovasi, mandiri, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan di masyarakat.
"Kita ingin santri bukan hanya menguasai bidang keagamaan saja, tetapi mereka juga bisa menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa untuk kedepannya," kata Sunggono, Jumat, (23/10/2026).
Selain itu, ia menekankan, pentingnya memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan seluruh pesantren di Kukar sebagai lingkungan yang ramah anak.
"Saya tegaskan, langkah ini harus diwujudkan dalam aksi nyata oleh semua pihak," kata dia.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan agar para santri dapat belajar dan tumbuh dengan aman tanpa ada kekhawatiran terhadap hal-hal negatif.
"Semoga apa yang terjadi di pesantren lain, tidak terjadi di Kukar, Ini upaya perlindungan terhadap anak-anak kita yang mondok," tegasnya.
Melalui sinergi antara pemkab, lembaga sosial, dan pengelola pesantren, Kukar diharapkan dapat terus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan yang aman, responsif terhadap perlindungan anak, serta inklusif bagi pemenuhan kebutuhan para santri. (Adv)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan, santri memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan di pesantren diharapkan tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga mendorong santri untuk berinovasi, mandiri, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan di masyarakat.
"Kita ingin santri bukan hanya menguasai bidang keagamaan saja, tetapi mereka juga bisa menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa untuk kedepannya," kata Sunggono, Jumat, (23/10/2026).
Selain itu, ia menekankan, pentingnya memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan seluruh pesantren di Kukar sebagai lingkungan yang ramah anak.
"Saya tegaskan, langkah ini harus diwujudkan dalam aksi nyata oleh semua pihak," kata dia.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan agar para santri dapat belajar dan tumbuh dengan aman tanpa ada kekhawatiran terhadap hal-hal negatif.
"Semoga apa yang terjadi di pesantren lain, tidak terjadi di Kukar, Ini upaya perlindungan terhadap anak-anak kita yang mondok," tegasnya.
Melalui sinergi antara pemkab, lembaga sosial, dan pengelola pesantren, Kukar diharapkan dapat terus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan yang aman, responsif terhadap perlindungan anak, serta inklusif bagi pemenuhan kebutuhan para santri. (Adv)











Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG