Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Mahyunadi turut mengapresiasi aksi penghijauan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk pengabdian yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, termasuk kalangan santri.
Ia menilai, semangat perjuangan yang dahulu diwujudkan melalui Resolusi Jihad perlu diteruskan dalam konteks pembangunan masa kini. Salah satunya melalui gerakan menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Semangat perjuangan santri harus terus hidup dan menyesuaikan dengan tantangan zaman," ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Menjaga lingkungan juga menjadi bentuk perjuangan untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis dalam rangkaian peringatan Hari Santri.
"Pohon yang ditanam hari ini memiliki manfaat jangka panjang, mulai dari menghasilkan oksigen hingga menjaga keseimbangan lingkungan," ujarnya.
Setiap pohon yang di tanam merupakan investasi bagi masa depan. Manfaatnya mungkin tidak langsung dirasakan saat ini tetapi akan menjadi warisan kehidupan bagi anak cucu. Gerakan penghijauan di lingkungan pesantren dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
"Kepedulian terhadap alam perlu dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara konsisten," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian alam. Dengan membiasakan perilaku peduli lingkungan sejak dini, para santri diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.
“Jangan berhenti pada kegiatan menanam saja tetapi bagaimana merawatnya sampai tumbuh besar dan memberikan manfaat," harapnya.
Para santri yang terlibat dalam kegiatan tersebut diberikan tanggung jawab untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi kunci agar kegiatan penghijauan benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan pesantren.
Keberadaan pepohonan diharapkan mampu menghadirkan keteduhan, membantu penyerapan air serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para santri.
"Pesantren memiliki peran strategis serta kepedulian sosial serta kesadaran ekologis menjaga kelestarian alam," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Mahyunadi turut mengapresiasi aksi penghijauan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk pengabdian yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, termasuk kalangan santri.
Ia menilai, semangat perjuangan yang dahulu diwujudkan melalui Resolusi Jihad perlu diteruskan dalam konteks pembangunan masa kini. Salah satunya melalui gerakan menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Semangat perjuangan santri harus terus hidup dan menyesuaikan dengan tantangan zaman," ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Menjaga lingkungan juga menjadi bentuk perjuangan untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis dalam rangkaian peringatan Hari Santri.
"Pohon yang ditanam hari ini memiliki manfaat jangka panjang, mulai dari menghasilkan oksigen hingga menjaga keseimbangan lingkungan," ujarnya.
Setiap pohon yang di tanam merupakan investasi bagi masa depan. Manfaatnya mungkin tidak langsung dirasakan saat ini tetapi akan menjadi warisan kehidupan bagi anak cucu. Gerakan penghijauan di lingkungan pesantren dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
"Kepedulian terhadap alam perlu dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara konsisten," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian alam. Dengan membiasakan perilaku peduli lingkungan sejak dini, para santri diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.
“Jangan berhenti pada kegiatan menanam saja tetapi bagaimana merawatnya sampai tumbuh besar dan memberikan manfaat," harapnya.
Para santri yang terlibat dalam kegiatan tersebut diberikan tanggung jawab untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi kunci agar kegiatan penghijauan benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan pesantren.
Keberadaan pepohonan diharapkan mampu menghadirkan keteduhan, membantu penyerapan air serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para santri.
"Pesantren memiliki peran strategis serta kepedulian sosial serta kesadaran ekologis menjaga kelestarian alam," pungkasnya. (Adv)