Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Sektor pengembangan pertanian sawah terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan di Desa Miau Baru Kecamatan Kombeng.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Sektor pengembangan pertanian sawah terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan di Desa Miau Baru Kecamatan Kombeng.
Pemerintah Kecamatan (Pemcam) terus mendorong potensi perluasan areal persawahan diperkirakan mencapai 500 hektare, seiring pergeseran pola tanam masyarakat dari padi ladang menuju persawahan menetap.
Namun, perluasan lahan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai. Karena itu, rehabilitasi bendungan dan saluran irigasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan air bagi petani.
Camat Kombeng, Petrus Ivung mengatakan, perubahan pola pertanian masyarakat tidak terlepas dari kebijakan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Kebijakan tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas penanaman padi gunung yang selama ini menjadi pilihan masyarakat.
“Setelah ada larangan membuka lahan dengan cara membakar, padi gunung itu langsung turun drastis,” kata Petrus.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk menyesuaikan pola pertanian dengan mengembangkan persawahan yang lebih menetap. Meski penanaman padi ladang mengalami penurunan, areal persawahan justru berpotensi terus bertambah.
“Penanaman padi ladang menurun justru lahan persawahan tetap berjalan bahkan luasnya justru semakin bertambah,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan sawah menjadi salah satu upaya adaptasi agar kegiatan pertanian masyarakat tetap produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Dukungan sistem pengairan yang baik diperlukan agar kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi, terutama saat musim kemarau.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah datang ke Kombeng untuk menyosialisasikan rencana penanganan infrastruktur bendungan kepada masyarakat.
“Mereka sudah datang untuk menyampaikan sosialisasi terkait infrastruktur bendungan. Untuk pengerjaan akan dilakukan pada 2027 mendatang,” jelas Petrus.
Rehabilitasi itu direncanakan mencakup perbaikan bendungan hingga saluran drainase atau saluran pengairan yang menuju kawasan persawahan Kelompok Tani Abadi Jaya di Desa Miau Baru.
Perbaikan secara menyeluruh tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dari bendungan menuju lahan pertanian. Dengan distribusi air yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengelola sawah secara lebih optimal dan mengurangi kendala pengairan saat curah hujan menurun.
Rencana rehabilitasi menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pertanian. Dengan potensi lahan yang cukup luas serta pembenahan infrastruktur pengairan.
"Kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dan memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap ketahanan pangan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Pemerintah Kecamatan (Pemcam) terus mendorong potensi perluasan areal persawahan diperkirakan mencapai 500 hektare, seiring pergeseran pola tanam masyarakat dari padi ladang menuju persawahan menetap.
Namun, perluasan lahan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai. Karena itu, rehabilitasi bendungan dan saluran irigasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan air bagi petani.
Camat Kombeng, Petrus Ivung mengatakan, perubahan pola pertanian masyarakat tidak terlepas dari kebijakan larangan membuka lahan dengan cara membakar. Kebijakan tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas penanaman padi gunung yang selama ini menjadi pilihan masyarakat.
“Setelah ada larangan membuka lahan dengan cara membakar, padi gunung itu langsung turun drastis,” kata Petrus.

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk menyesuaikan pola pertanian dengan mengembangkan persawahan yang lebih menetap. Meski penanaman padi ladang mengalami penurunan, areal persawahan justru berpotensi terus bertambah.
“Penanaman padi ladang menurun justru lahan persawahan tetap berjalan bahkan luasnya justru semakin bertambah,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan sawah menjadi salah satu upaya adaptasi agar kegiatan pertanian masyarakat tetap produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Dukungan sistem pengairan yang baik diperlukan agar kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi, terutama saat musim kemarau.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah datang ke Kombeng untuk menyosialisasikan rencana penanganan infrastruktur bendungan kepada masyarakat.

“Mereka sudah datang untuk menyampaikan sosialisasi terkait infrastruktur bendungan. Untuk pengerjaan akan dilakukan pada 2027 mendatang,” jelas Petrus.
Rehabilitasi itu direncanakan mencakup perbaikan bendungan hingga saluran drainase atau saluran pengairan yang menuju kawasan persawahan Kelompok Tani Abadi Jaya di Desa Miau Baru.
Perbaikan secara menyeluruh tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dari bendungan menuju lahan pertanian. Dengan distribusi air yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengelola sawah secara lebih optimal dan mengurangi kendala pengairan saat curah hujan menurun.
Rencana rehabilitasi menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pertanian. Dengan potensi lahan yang cukup luas serta pembenahan infrastruktur pengairan.

"Kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dan memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap ketahanan pangan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin









Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG