Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Borneo Camp ke-11th melalui rapat koordinasi dan presentasi rangkaian kegiatan bersama komunitas pegiat wisata.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA- Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Borneo Camp ke-11th melalui rapat koordinasi dan presentasi rangkaian kegiatan bersama komunitas pegiat wisata.
Kegiatan tersebut diikuti para kepala bidang, pejabat fungsional Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta perwakilan komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Kutim.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi mengatakan, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan persiapan kegiatan sekaligus memperkuat promosi potensi pariwisata daerah.
“Borneo Camp ke-11th diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Mahriadi.
Pembahasan terkait rangkaian kegiatan, kesiapan pelaksanaan serta peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas. Sinergi tersebut dinilai penting agar kegiatan tidak hanya berorientasi pada aktivitas luar ruang tetapi juga memberikan dampak terhadap promosi destinasi wisata lokal.
"Keterlibatan komunitas memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan promosi pariwisata," jelasnya.
Para pegiat wisata dapat menjadi mitra dalam memperkenalkan keindahan alam Kutim melalui pengalaman langsung dan berbagai aktivitas yang menarik minat masyarakat.
“Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan daya tarik kegiatan sekaligus mendorong promosi destinasi wisata yang dimiliki Kutim,” ungkapnya.
Selain memperkenalkan potensi alam, Borneo Camp ke-11th diharapkan membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat setempat untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata. Kehadiran peserta dan pengunjung berpotensi mendukung aktivitas usaha lokal, termasuk produk UMKM dan layanan pendukung wisata.
Dispar Kutim berharap penyelenggaraan Borneo Camp ke-11 dapat menjadi sarana promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Pihaknya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya pecinta alam, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Serta mendorong pengembangan pariwisata secara berkelanjutan,” tutup Mahriadi. (adv)
Kegiatan tersebut diikuti para kepala bidang, pejabat fungsional Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta perwakilan komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Kutim.
Kepala Dispar Kutim, Mahriadi mengatakan, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan persiapan kegiatan sekaligus memperkuat promosi potensi pariwisata daerah.
“Borneo Camp ke-11th diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Mahriadi.
Pembahasan terkait rangkaian kegiatan, kesiapan pelaksanaan serta peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas. Sinergi tersebut dinilai penting agar kegiatan tidak hanya berorientasi pada aktivitas luar ruang tetapi juga memberikan dampak terhadap promosi destinasi wisata lokal.

"Keterlibatan komunitas memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan promosi pariwisata," jelasnya.
Para pegiat wisata dapat menjadi mitra dalam memperkenalkan keindahan alam Kutim melalui pengalaman langsung dan berbagai aktivitas yang menarik minat masyarakat.
“Kolaborasi dengan komunitas menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan daya tarik kegiatan sekaligus mendorong promosi destinasi wisata yang dimiliki Kutim,” ungkapnya.
Selain memperkenalkan potensi alam, Borneo Camp ke-11th diharapkan membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat setempat untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata. Kehadiran peserta dan pengunjung berpotensi mendukung aktivitas usaha lokal, termasuk produk UMKM dan layanan pendukung wisata.

Dispar Kutim berharap penyelenggaraan Borneo Camp ke-11 dapat menjadi sarana promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Pihaknya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya pecinta alam, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Serta mendorong pengembangan pariwisata secara berkelanjutan,” tutup Mahriadi. (adv)










Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG