Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang menghadirkan atlet dari berbagai wilayah tersebut.
Menurutnya, kompetisi berskala nasional ini menjadi kesempatan bagi atlet lokal untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka. Kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi atlet Kutim untuk melihat langsung persaingan di tingkat nasional.
"Kami berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi,” ujar Basuki.
Keberhasilan dalam olahraga membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, serta konsistensi dalam berlatih. Karena itu, seluruh atlet diminta tetap menjaga semangat, baik setelah meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.
“Bagi atlet yang berhasil meraih juara, jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi," ujarnya.
Sementara yang belum berhasil, jangan menyerah karena masih ada kesempatan untuk memperbaiki kemampuan. Selain mendorong prestasi olahraga, ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Pembinaan melalui olahraga diharapkan dapat mengarahkan anak muda pada aktivitas yang sehat, disiplin dan produktif.
"Sekaligus menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba maupun kenakalan remaja," imbuhnya.
Basuki berharap kegiatan olahraga berskala nasional dapat terus dilaksanakan di Kutim karena memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pembinaan atlet sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim, Aji Fahriza, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan kejuaraan tersebut. Dukungan pemerintah daerah, pengurus FPTI, sponsor, panitia, dan juri dinilai menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan. Kesuksesan kejuaraan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
"Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat terlaksana dengan baik,” kata Aji.
Sejumlah peserta NCS 3 Bupati Kutim Cup V 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme atlet terhadap kejuaraan panjat tebing yang diselenggarakan di Kutim.
“Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi perkembangan positif bagi penyelenggaraan kejuaraan," ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan NCS 3 Bupati Kutim Cup V 2026 dapat memperkuat pembinaan panjat tebing di daerah dan membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet lokal untuk tampil di tingkat nasional.
"Semoga mampu melahirkan atlet panjat tebing berprestasi secara berjenjang hingga kancah nasional," pungkasnya. (adv)
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang menghadirkan atlet dari berbagai wilayah tersebut.
Menurutnya, kompetisi berskala nasional ini menjadi kesempatan bagi atlet lokal untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka. Kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi atlet Kutim untuk melihat langsung persaingan di tingkat nasional.
"Kami berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi,” ujar Basuki.
Keberhasilan dalam olahraga membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, serta konsistensi dalam berlatih. Karena itu, seluruh atlet diminta tetap menjaga semangat, baik setelah meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.
“Bagi atlet yang berhasil meraih juara, jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi," ujarnya.
Sementara yang belum berhasil, jangan menyerah karena masih ada kesempatan untuk memperbaiki kemampuan. Selain mendorong prestasi olahraga, ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Pembinaan melalui olahraga diharapkan dapat mengarahkan anak muda pada aktivitas yang sehat, disiplin dan produktif.
"Sekaligus menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkoba maupun kenakalan remaja," imbuhnya.
Basuki berharap kegiatan olahraga berskala nasional dapat terus dilaksanakan di Kutim karena memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pembinaan atlet sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim, Aji Fahriza, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan kejuaraan tersebut. Dukungan pemerintah daerah, pengurus FPTI, sponsor, panitia, dan juri dinilai menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan. Kesuksesan kejuaraan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
"Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat terlaksana dengan baik,” kata Aji.
Sejumlah peserta NCS 3 Bupati Kutim Cup V 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme atlet terhadap kejuaraan panjat tebing yang diselenggarakan di Kutim.
“Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi perkembangan positif bagi penyelenggaraan kejuaraan," ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan NCS 3 Bupati Kutim Cup V 2026 dapat memperkuat pembinaan panjat tebing di daerah dan membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet lokal untuk tampil di tingkat nasional.
"Semoga mampu melahirkan atlet panjat tebing berprestasi secara berjenjang hingga kancah nasional," pungkasnya. (adv)