Bantuan yang diberikan meliputi 44.720 bibit sawit unggul, 20.780 kilogram pupuk, 1.032 liter racun rumput, dan 184 unit alat semprot. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembukaan lahan seluas 64 hektare untuk mendukung pengembangan perkebunan tersebut.
Program ini dilaksanakan di lima kampung, yakni Linggang Mapan, Long Iram Bayan, Kelian Luar, Balok Asa dan Sakaq Tada. Melalui dukungan bibit dan sarana produksi, keluarga penerima diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan usaha perkebunan sebagai sumber penghasilan.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat terus didorong melalui pemanfaatan potensi unggulan, termasuk sektor pertanian dan perkebunan.
“Fokus utama kita adalah pengentasan kemiskinan menuju masyarakat yang berdaya dan berkualitas,” kata Frederick, Kamis (5/11/2026).
Upaya tersebut menjadi penting karena angka kemiskinan di Kubar masih perlu ditekan. Pada 2024, persentasenya tercatat sebesar 9,56 persen, kemudian turun menjadi 8,72 persen pada 2025. Artinya, terjadi penurunan sebesar 0,84 poin persentase dalam periode tersebut.
Meski menunjukkan penurunan, pemerintah daerah menargetkan angka kemiskinan dapat mencapai 5,03 persen pada 2030. Untuk mewujudkannya, diperlukan upaya berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Frederick menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta langkah yang lebih intensif dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Capaian tersebut masih memerlukan upaya yang lebih intensif dan inovatif dari semua pihak untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan 5,03 persen pada 2030 serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Selain bantuan perkebunan, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan prasarana pertanian, seperti pembukaan lahan, pembangunan dan pemeliharaan jalan usaha tani, serta penyediaan sarana produksi. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. (Adv)
Editor: Erwin
Bantuan yang diberikan meliputi 44.720 bibit sawit unggul, 20.780 kilogram pupuk, 1.032 liter racun rumput, dan 184 unit alat semprot. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembukaan lahan seluas 64 hektare untuk mendukung pengembangan perkebunan tersebut.
Program ini dilaksanakan di lima kampung, yakni Linggang Mapan, Long Iram Bayan, Kelian Luar, Balok Asa dan Sakaq Tada. Melalui dukungan bibit dan sarana produksi, keluarga penerima diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan usaha perkebunan sebagai sumber penghasilan.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat terus didorong melalui pemanfaatan potensi unggulan, termasuk sektor pertanian dan perkebunan.
“Fokus utama kita adalah pengentasan kemiskinan menuju masyarakat yang berdaya dan berkualitas,” kata Frederick, Kamis (5/11/2026).
Upaya tersebut menjadi penting karena angka kemiskinan di Kubar masih perlu ditekan. Pada 2024, persentasenya tercatat sebesar 9,56 persen, kemudian turun menjadi 8,72 persen pada 2025. Artinya, terjadi penurunan sebesar 0,84 poin persentase dalam periode tersebut.
Meski menunjukkan penurunan, pemerintah daerah menargetkan angka kemiskinan dapat mencapai 5,03 persen pada 2030. Untuk mewujudkannya, diperlukan upaya berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Frederick menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta langkah yang lebih intensif dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Capaian tersebut masih memerlukan upaya yang lebih intensif dan inovatif dari semua pihak untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan 5,03 persen pada 2030 serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Selain bantuan perkebunan, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan prasarana pertanian, seperti pembukaan lahan, pembangunan dan pemeliharaan jalan usaha tani, serta penyediaan sarana produksi. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. (Adv)
Editor: Erwin