sponsor

Senin, 03/08/2026

Distan Kubar Dorong Pengembangan Pertanian Multikomoditas

Senin, 03/08/2026

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

sponsor

Distan Kubar Dorong Pengembangan Pertanian Multikomoditas

Senin, 03/08/2026

logo

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mendorong petani mengembangkan pola tanam multikomoditas sebagai salah satu strategi untuk mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Pola tersebut dinilai lebih adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, serangan hama hingga karakteristik lahan yang berbeda di setiap wilayah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, mengatakan pola tanam multikomoditas merupakan upaya mengembangkan lebih dari satu jenis komoditas pertanian dalam satu kawasan usaha tani. Dengan cara tersebut, petani tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman sehingga tetap memiliki sumber pendapatan apabila salah satu komoditas mengalami penurunan produksi atau gagal panen.

"Kalau hanya mengandalkan satu komoditas tentu risikonya lebih besar. Ketika tanaman itu gagal panen, petani akan kehilangan sumber penghasilan. Karena itu kami mendorong petani mengembangkan berbagai komoditas sesuai potensi yang dimiliki," ujar Samson kepada KoranKaltim.com, Senin (3/8/2026).

Menurut Samson, pengembangan pola tanam multikomoditas tidak hanya bertujuan mengurangi risiko gagal panen, tetapi juga menyesuaikan jenis tanaman dengan karakteristik lahan di masing-masing wilayah.

Ia menilai setiap daerah memiliki kondisi tanah yang berbeda sehingga pemilihan komoditas tidak bisa disamaratakan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar tanaman yang dibudidayakan mampu tumbuh optimal dan memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Selain mengembangkan berbagai komoditas, petani juga perlu memperhatikan waktu tanam. Samson menuturkan, petani di Kubar selama ini telah memiliki pengalaman dalam menentukan musim tanam yang tepat berdasarkan kondisi alam di daerahnya.

Ia menjelaskan, penentuan waktu tanam bukan dilakukan secara sembarangan. Petani biasanya mempertimbangkan siklus musim serta potensi serangan hama sehingga fase pertumbuhan tanaman tidak bertepatan dengan meningkatnya gangguan yang dapat menurunkan hasil panen.

"Petani kita sebenarnya sudah memahami kapan waktu tanam yang tepat. Pengalaman itu menjadi modal penting dalam mengurangi risiko gagal panen," katanya.

Samson menilai strategi pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menjaga keberlanjutan usaha tani. Karena itu, diversifikasi melalui pola tanam multikomoditas menjadi salah satu langkah yang dinilai efektif untuk memperkuat ketahanan petani dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

Menurutnya, penerapan pola tanam yang tepat serta pemilihan komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan mulai menunjukkan hasil pada sejumlah sektor pertanian di Kubar. Salah satu contohnya terlihat dari perkembangan komoditas hortikultura yang terus menunjukkan tren positif.

Samson menyebut sejumlah komoditas seperti cabai, tomat, sawi, dan terong kini tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. Produksi petani lokal telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kubar sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain terus berkurang.

Ia berharap petani terus memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki dengan mengembangkan berbagai komoditas yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya dapat mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen, tetapi juga membuka peluang meningkatkan pendapatan serta memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kubar. (Adv)

Editor: Aspian Nur

sponsor

Distan Kubar Dorong Pengembangan Pertanian Multikomoditas

Senin, 03/08/2026

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait