
Jumat, 24/07/2026
Jumat, 24/07/2026
Proses Pemeriksaan spesifikasi chest freezer yang diterima POKLAHSAR oleh Tim Pendukung Teknis Dinas Perikanan. (Foto: Dok.Diskan Kubar)

Jumat, 24/07/2026

Proses Pemeriksaan spesifikasi chest freezer yang diterima POKLAHSAR oleh Tim Pendukung Teknis Dinas Perikanan. (Foto: Dok.Diskan Kubar)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Upaya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas olahan hasil perikanan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus diperkuat. Melalui Dinas Perikanan, pemerintah daerah menyalurkan 12 unit chest freezer kepada enam Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) di Kecamatan Melak dan Muara Pahu.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala yang selama ini dihadapi pelaku usaha, terutama keterbatasan fasilitas penyimpanan bahan baku saat hasil tangkapan melimpah maupun ketika pasokan ikan di pasaran menurun.
Sekretaris Dinas Perikanan Kubar, Jakaria, mengatakan keberadaan chest freezer akan membantu kelompok usaha menjaga ketersediaan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan lebih stabil sepanjang tahun.
"Pemberian chest freezer ini bertujuan meningkatkan produksi olahan pelaku usaha perikanan, terutama untuk menyimpan bahan baku agar mampu bertahan lebih lama. Peralatan ini juga dapat mengatasi keterbatasan pasokan bahan baku saat ikan tidak tersedia di pasar," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, sarana penyimpanan dingin menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan. Selain menjaga kesegaran ikan, fasilitas tersebut juga membantu mempertahankan kualitas produk hingga siap dipasarkan kepada konsumen.
Program pengadaan ini merupakan bagian dari kegiatan Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kubar Tahun Anggaran 2026 yang didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan nilai Rp66.204.000. Sebanyak 12 unit chest freezer berkapasitas 280 hingga 300 liter disalurkan dengan spesifikasi menggunakan sistem pendingin non-Freon dan tegangan listrik AC 220 volt.
Dari total bantuan tersebut, Kelompok Empida Janda di Kecamatan Melak menerima dua unit. Sementara Kelompok Mekar Sari dan Kelompok Kadijah masing-masing memperoleh satu unit. Di Kecamatan Muara Pahu, Kelompok Family dan Kelompok Lestari masing-masing menerima satu unit, sedangkan Kelompok Renyah Bersama di Pulau Lanting memperoleh enam unit.
Ketua Poklahsar Empida Janda, Teguh, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu kelompoknya yang mengolah ikan belida sebagai bahan baku utama. Menurutnya, ikan belida merupakan komoditas musiman sehingga ketersediaannya tidak selalu stabil.
"Ketika ikan belida tersedia, kami dapat membeli dan menyimpannya dalam jumlah lebih banyak. Stok tersebut dapat digunakan untuk kegiatan produksi pada saat ikan belida sulit ditemukan di pasar," katanya.
Perwakilan kelompok penerima lainnya, Masdariah, juga menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, tambahan fasilitas penyimpanan akan mengurangi ketergantungan pada penggunaan batu es yang memiliki keterbatasan dalam menjaga kualitas ikan untuk jangka waktu lama.
Dengan penyimpanan bersuhu rendah, kesegaran, cita rasa, dan kandungan gizi ikan dapat dipertahankan lebih lama. Kondisi tersebut sekaligus mengurangi risiko kerusakan bahan baku yang selama ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.
Dinas Perikanan Kubar memastikan pemanfaatan bantuan akan dipantau melalui laporan dari masing-masing kelompok penerima. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk mengukur efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan daya saing usaha pengolahan hasil perikanan di Kubar. (Adv)
Editor: Aspian Nur

Jumat, 24/07/2026
Proses Pemeriksaan spesifikasi chest freezer yang diterima POKLAHSAR oleh Tim Pendukung Teknis Dinas Perikanan. (Foto: Dok.Diskan Kubar)
TERPOPULER