
Selasa, 21/07/2026
Selasa, 21/07/2026
Latihan tari Sanggar Seni Surya Kharisma Linggang Bigung .(Dok.Linggang Bangun Sari)

Selasa, 21/07/2026

Latihan tari Sanggar Seni Surya Kharisma Linggang Bigung .(Dok.Linggang Bangun Sari)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), terus berupaya menjaga kelestarian seni dan budaya daerah melalui pembinaan terhadap Sanggar Seni Surya Kharisma.
Pembinaan tersebut dilakukan dengan memberikan dukungan fasilitas latihan, pendampingan administrasi, hingga membuka kesempatan bagi sanggar untuk tampil dalam berbagai kegiatan di tingkat kampung.
Sebagai wadah pengembangan bakat sekaligus pelestarian budaya, Sanggar Seni Surya Kharisma rutin menggelar latihan setiap hari Minggu di Balai Kampung Linggang Bangun Sari. Kegiatan itu diikuti anak-anak, remaja hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni tari.
Kepala Kampung Linggang Bangun Sari, Sulaiman, mengatakan keberadaan sanggar menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan warisan budaya sekaligus memberikan ruang kegiatan yang positif bagi generasi muda.
“Perkembangan zaman tidak boleh membuat budaya daerah semakin ditinggalkan. Karena itu kami ingin anak-anak dan generasi muda memiliki tempat untuk mengembangkan bakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada para pelaku seni, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan terus mendukung aktivitas sanggar agar seni budaya lokal tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Sanggar Seni Surya Kharisma, Ade, menjelaskan sanggar dibentuk sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang seni tari tanpa membatasi usia maupun latar belakang pendidikan.
Peserta yang bergabung berasal dari berbagai jenjang, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga masyarakat umum. Mereka mendapatkan pembelajaran berbagai jenis tari, baik tari tradisional Dayak, tari Jawa maupun tari kreasi dan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin sanggar ini menjadi tempat masyarakat mengembangkan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya. Harapannya peserta tidak hanya mampu menari, tetapi juga memahami pentingnya menjaga warisan budaya,” kata Ade.
Hampir dua tahun berdiri, Sanggar Seni Surya Kharisma kini memiliki sekitar 40 peserta aktif. Meningkatnya jumlah peserta dinilai menjadi indikator tingginya minat masyarakat untuk mempelajari seni tari sekaligus ikut berperan dalam pelestarian budaya.
Ade juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari yang selama ini memfasilitasi penggunaan Balai Kampung sebagai tempat latihan rutin. Selain itu, pemerintah kampung juga memberikan kesempatan kepada para penari untuk tampil dalam berbagai kegiatan, termasuk peringatan Hari Jadi Kampung, serta membantu proses administrasi melalui penerbitan surat rekomendasi sebagai salah satu syarat pengajuan Surat Keputusan (SK) sanggar kepada dinas terkait.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari berharap pembinaan seni budaya dapat terus berkembang sehingga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, berprestasi, serta memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. (adv)
Editor: Erwin

Selasa, 21/07/2026
Latihan tari Sanggar Seni Surya Kharisma Linggang Bigung .(Dok.Linggang Bangun Sari)
TERPOPULER