
Senin, 20/07/2026
Senin, 20/07/2026
Suasana nobar final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun ITHO, Sendawar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Senin, 20/07/2026

Suasana nobar final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun ITHO, Sendawar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Ribuan warga memadati Alun-Alun ITHO, Sendawar, untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol, Senin (20/7/2026). Nonton bareng (nobar) yang digelar Pemkab Kubar tersebut berlangsung meriah dan menjadi ruang bagi masyarakat menikmati laga puncak pesta sepak bola dunia secara bersama-sama.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, masyarakat dari berbagai kalangan mulai memenuhi kawasan Alun-Alun ITHO. Warga datang bersama keluarga, kerabat hingga sahabat untuk menyaksikan pertandingan yang akhirnya mengantarkan Spanyol keluar sebagai juara dunia.
Bupati Kubar Frederick Edwin turut menyaksikan pertandingan bersama masyarakat. Hadir pula Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani, Sekretaris Daerah Kubar Erik Victory, Ketua TP PKK Kubar Maria Christina Mozes Edwin, jajaran Forkopimda serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Frederick mengapresiasi masyarakat yang mengikuti nobar dengan tertib hingga pertandingan berakhir. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi tempat menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ya, kami tentu berterima kasih kepada peserta nonton bareng final Piala Dunia 2026 ini karena dapat menjaga suasana. Ajang nobar ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi agar pertemanan dan persahabatan tetap diutamakan,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia juga mengingatkan bahwa menang dan kalah merupakan hal biasa dalam sebuah pertandingan. Semangat sportivitas, menurutnya, harus tetap dikedepankan meskipun setiap orang memiliki tim yang dijagokan. “Menang kalah tim yang dijagokan adalah hal yang biasa,” katanya.
Frederick sendiri mengaku menjagokan Argentina pada laga final tersebut. Meski tim pilihannya gagal menjadi juara, ia menilai Spanyol memang menunjukkan kualitas permainan yang kuat sepanjang perjalanan menuju partai puncak.
“Saya mengikuti dari semifinal, memang tim juara Piala Dunia 2026, Spanyol, ini sangat tangguh di lini belakang, permainannya juga rapi. Menghadapi tipe permainan tim seperti ini tentu sangatlah sulit,” ungkapnya.
Menurut Frederick, hasil pertandingan tersebut dapat diterima dengan melihat penampilan kedua tim di lapangan. “Saya kira hasil ini hasil yang sangat adil bagi Spanyol maupun bagi tim yang saya dukung, Argentina,” tambahnya.
Kemeriahan nobar juga diisi dengan pembagian sejumlah doorprize kepada masyarakat. Di sekitar lokasi, sejumlah pelaku UMKM turut memanfaatkan ramainya pengunjung dengan menjajakan kuliner dan berbagai produk kepada warga yang datang menyaksikan pertandingan.
Kehadiran ribuan masyarakat membuat kawasan Alun-Alun ITHO ramai hingga pertandingan berakhir. Di tengah persaingan dua tim memperebutkan gelar juara dunia, nobar tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat Kubar untuk berkumpul dan menikmati pertandingan dalam suasana kebersamaan. (Adv)
Editor: Aspian Nur

Senin, 20/07/2026
Suasana nobar final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun ITHO, Sendawar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER