Rahmad Pribadi mengatakan ekspor Urea non subsidi kali ini merupakan bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap langkah pemerintah yaitu meningkatkan sektor perdagangan internasional berbasis nilai tambah, melalui hilirisasi dan pengolahan komoditas produk, guna peningkatan daya saing serta nilai ekspor tanah air.
“Kegiatan ekspor juga bentuk komitmen Pupuk Kaltim sebagai anak usaha BUMN, untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga dapat memperkuat nilai mata uang Rupiah dan menambah devisa negara,” kata Rahmad, dalam siaran pers Minggu (6/12/2020) hari ini. 6.600 ton Urea pada ekspor kali ini dengan merk dagang Daun Buah, merupakan produk Urea non subsidi dengan toal penjualan senilai USD1.696.200.
Aktivitas ekspor juga menjadi salah satu target Pupuk Kaltim untuk pengembangan pasar secara global, dengan potensi yang terbilang besar. Dengan peningkatan ekspor produk pupuk dalam negeri diharap berdampak signifikan terhadap peningkatan devisa negara. “Kami merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan hari ini yang dilaksanakan serentak oleh 132 perusahaan dari 16 provinsi dan 14 titik di Indonesia, baik perusahaan kecil, menengah maupun besar,” tambah Rahmad.
Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim berharap menjadi bagian dalam memotivasi usaha dan meningkatkan nilai ekspor tanah air yang juga terdampak Covid-19, termasuk meningkatkan UKM ekspor, menjaga loyal buyers, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2021. “Tentunya ini pencapaian yang luar biasa utamanya di tengah pandemi, sebagai langkah konkrit Pupuk Kaltim dalam meningkatan ekspor non migas yang sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan RI,” terang Rahmad.
Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyampaikan kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor, yang tidak membantu pelaku usaha untuk tumbuh, tetapi juga menghasilkan devisa dan mengurangi defisit neraca perdagangan. “Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Kita tidak boleh cepat puas, Pemerintah dan pelaku usaha harus dapat melihat lebih jeli pasar ekspor yang masih terbuka lebar,” ujar Jokowi.
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto mengatakan upaya peningkatan ekspor non migas sekaligus memotivasi pelaku usaha agar tetap meningkatkan ekspor. “Kegiatan ini menjadi langkah percepatan ekspor non migas di masa pandemi, termasuk pemulihan ekonomi nasional di 2021,” jelas Agus.
Sementara Opik menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang berhasil melakukan ekspor di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19. “Kementerian Perdagangan mengapresiasi para pelaku usaha yang dapat terus mengekspor produk-produknya, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19,” jelas Opik. (adv)
Penulis : */Romi Ali Dharmawan
Editor: Aspian Nur