“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu Negara. Oleh sebab itu pemeliharaan kamseltibcarlantas sangat penting,” ujar Eko.
Khusus di wilayah Polres Bontang, Eko mengatakan, untuk operasi keselamatan, sasarannya lebih ke penindakan kamseltibcarlantas. “Kegiatan lebih ke arah preventif dan preemtif, 80 persen itu peneguran, 20 persen penindakan,” jelasnya, didampingi Kasatlantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono.
Menurut Eko, mereka juga mengutamakan bentuk sosialisasi. “Kita datangi ke komunitas-komunitas. Bagaimana lalu lintas jadi baik, ada diskusi di situ. Selain itu kita juga lakukan peneguran di jalan, dan imbau masyarakat yang bawa anak, untuk kenakan helm juga,” terangnya.
Untuk personel yang akan diturunkan, AKP Irawan menambahkan, dari tanggal 5 Maret-25 Maret, atau selama 21 hari ke depan, akan diturunkan 47 personel. Mereka bertugas menyisir anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor. Selain itu juga menyisir para orangtua yang membonceng anaknya, saat mengantar anaknya sekolah, namun tidak menggunakan helm standar anak.
Disebutkan, ada 7 pelanggaran yang menjadi prioritas, yakni tidak menggunakan helm SNI, safety belt, pelanggaran HP, pelanggaran kecepatan, drink and drive (pengaruh alcohol dan narkoba), child restain dan melawan arus. (cil)