Jenazah Uni pertama kali ditemukan oleh ibunya, Sahidah (40) sekitar pukul 09.15 WITA. “Pagi itu, awalnya ibunya mencari keberadaan anaknya itu di dalam kamar,” kata Sigit.
Karena putri kesangannya itu tidak ada di kamar, Sahidah kemudian mencari ke tempat yang biasa menjadi tongkrongan Uni, yakni di atas loteng.
“Inforamasinya, si korban ini suka menelpon di atas loteng dengan memanjat lewat jendela. Padahal di situ banyak kabel-kabel listrik,” beber Sigit.
Saat mengecek loteng, Sahidah melihat anaknya sudah dalam keadaan idak bernyawa, dalam tertelungkup di atas kabel yang melintang.
Informasi penemuan mayat tersebut cepat menyebar hinga korban dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie Samarinda. Sigit menuturkan, polisi akan memintai keterangan sejumlah orang untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Kita akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, siapa tahu ada penyebab lain. Tapi saat ini keluarga korban masih berduka. Ya, dugaan kuat sementara, korban meninggal karena kesetrum,” demikian Sigit. (dor/ros)
Jenazah Uni pertama kali ditemukan oleh ibunya, Sahidah (40) sekitar pukul 09.15 WITA. “Pagi itu, awalnya ibunya mencari keberadaan anaknya itu di dalam kamar,” kata Sigit.
Karena putri kesangannya itu tidak ada di kamar, Sahidah kemudian mencari ke tempat yang biasa menjadi tongkrongan Uni, yakni di atas loteng.
“Inforamasinya, si korban ini suka menelpon di atas loteng dengan memanjat lewat jendela. Padahal di situ banyak kabel-kabel listrik,” beber Sigit.
Saat mengecek loteng, Sahidah melihat anaknya sudah dalam keadaan idak bernyawa, dalam tertelungkup di atas kabel yang melintang.
Informasi penemuan mayat tersebut cepat menyebar hinga korban dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie Samarinda. Sigit menuturkan, polisi akan memintai keterangan sejumlah orang untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Kita akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, siapa tahu ada penyebab lain. Tapi saat ini keluarga korban masih berduka. Ya, dugaan kuat sementara, korban meninggal karena kesetrum,” demikian Sigit. (dor/ros)