Kapolsek Balikpapan Barat Kompol I Putu Yasa, membenarkan meninggalnya Mustamin. “Iya benar, korban meninggal tadi malam,” kata Putu, kemarin.
Usai dilakukan visum, akhirnya jenazah korban dipulangkan ke rumah keluarganya di Jalan Pandan Arum Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat. Jasad korban usai disalatkan di Masjid Asy-Sya’ban, langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) BDS.
“Korban telah dimakamkan tadi siang di TPU BDS, perjalanan menuju pemakaman dikawal anggota kami agar berjalan lancar,” terangnya.
Meski demikian, proses hukum tetap berlanjut. Saat ini pihak penyidik Polsek Balikpapan Barat sedang melengkapi berkas dan meminta keterangan saksi-saksi tambahan. “Proses hukum masih berjalan, tersangka sudah kita amankan, dan saat ini penyidik sedang mendalami kasusnya,” ungkapnya.
Diketahui, dari keterangan pelaku Maceni kejadian berdarah tersebut dilakukannya murni karena spontanitas. Dia tidak terima dengan kata-kata korban, kemudian mengambil sebilah pisau di dekat lapak dan langsung mengejar Maceni. Mustamin lantas lari ketakutan, namun terjatuh. Saat itulah, Maceni menghujamkan pisau di genggamannya dua kali ke tubuh Mustamin. (yud)
Kapolsek Balikpapan Barat Kompol I Putu Yasa, membenarkan meninggalnya Mustamin. “Iya benar, korban meninggal tadi malam,” kata Putu, kemarin.
Usai dilakukan visum, akhirnya jenazah korban dipulangkan ke rumah keluarganya di Jalan Pandan Arum Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat. Jasad korban usai disalatkan di Masjid Asy-Sya’ban, langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) BDS.
“Korban telah dimakamkan tadi siang di TPU BDS, perjalanan menuju pemakaman dikawal anggota kami agar berjalan lancar,” terangnya.
Meski demikian, proses hukum tetap berlanjut. Saat ini pihak penyidik Polsek Balikpapan Barat sedang melengkapi berkas dan meminta keterangan saksi-saksi tambahan. “Proses hukum masih berjalan, tersangka sudah kita amankan, dan saat ini penyidik sedang mendalami kasusnya,” ungkapnya.
Diketahui, dari keterangan pelaku Maceni kejadian berdarah tersebut dilakukannya murni karena spontanitas. Dia tidak terima dengan kata-kata korban, kemudian mengambil sebilah pisau di dekat lapak dan langsung mengejar Maceni. Mustamin lantas lari ketakutan, namun terjatuh. Saat itulah, Maceni menghujamkan pisau di genggamannya dua kali ke tubuh Mustamin. (yud)