Menurut Andre, rangkaian kegiatan yang terkait dengan persiapan PG 2018 telah dilakukan Inapgoc, termasuk sosialisasi kepada masyarakat. “Sosialisasi kegiatan ini (Asian Para Games 2018) kita laksanakan di 20 titik, 16 kota se-Indonesia sejak sepekan terakhir.
Selain sosialisasi, Inapgoc mulai menyeleksi sejumlah sukarelawan untuk pesta olahraga yang digelar empat tahunan itu. “Kami butuh ribuan relawan untuk bergerak bersama kami menyukseskan kegiatan ini,” kata Andre.
Dia mengatakan kegiatan sosialisasi APG 2018 perlu digaungkan secara luas kepada masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap suksesnya kegiatan lomba para penyandang disabilitas itu. “Banyaknya masyarakat yang mengetahui pergelaran itu diharapkan memberikan support untuk suksesnya kejuaraan ini,” katanya.
Indonesia, Andre menjelaskan, ialah negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menyelenggarakan Asian Para Games setelah Tiongkok dan Korea Selatan. ”Kesempatan ini menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” katanya.
Terkait dengan APG 2018, sebagai tuan rumah, Indonesia telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana. ”Kami sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk perhelatan olahraga empat tahunan bagi penyandang disabilitas tersebut,” kata Ketua Direktur Public Relation Media Indonesia 2018 Inapgoc Ashgindo Fahreza Nasution di Denpasar, Sabtu (23/12).
Fahreza mengatakan tahapan persiapan tengah berlangsung, yakni perbaikan fasilitas olahraga dan asrama atlet, dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. “Beberapa renovasi akan dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan pertandingan yang menyesuaikan dengan kebutuhan para atlet, seperti elevator dan kamar mandi yang dapat mudah diakses pengguna kursi roda,” katanya. (mic)
Menurut Andre, rangkaian kegiatan yang terkait dengan persiapan PG 2018 telah dilakukan Inapgoc, termasuk sosialisasi kepada masyarakat. “Sosialisasi kegiatan ini (Asian Para Games 2018) kita laksanakan di 20 titik, 16 kota se-Indonesia sejak sepekan terakhir.
Selain sosialisasi, Inapgoc mulai menyeleksi sejumlah sukarelawan untuk pesta olahraga yang digelar empat tahunan itu. “Kami butuh ribuan relawan untuk bergerak bersama kami menyukseskan kegiatan ini,” kata Andre.
Dia mengatakan kegiatan sosialisasi APG 2018 perlu digaungkan secara luas kepada masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap suksesnya kegiatan lomba para penyandang disabilitas itu. “Banyaknya masyarakat yang mengetahui pergelaran itu diharapkan memberikan support untuk suksesnya kejuaraan ini,” katanya.
Indonesia, Andre menjelaskan, ialah negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menyelenggarakan Asian Para Games setelah Tiongkok dan Korea Selatan. ”Kesempatan ini menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” katanya.
Terkait dengan APG 2018, sebagai tuan rumah, Indonesia telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana. ”Kami sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk perhelatan olahraga empat tahunan bagi penyandang disabilitas tersebut,” kata Ketua Direktur Public Relation Media Indonesia 2018 Inapgoc Ashgindo Fahreza Nasution di Denpasar, Sabtu (23/12).
Fahreza mengatakan tahapan persiapan tengah berlangsung, yakni perbaikan fasilitas olahraga dan asrama atlet, dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. “Beberapa renovasi akan dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan pertandingan yang menyesuaikan dengan kebutuhan para atlet, seperti elevator dan kamar mandi yang dapat mudah diakses pengguna kursi roda,” katanya. (mic)