Peristiwa ini menyebabkan puluhan pedagang kehilangan tempat usaha, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Api mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WITA. Berdasarkan keterangan awal sejumlah saksi, kobaran api muncul dari salah satu warung makan tidak lama setelah terjadi pemadaman aliran listrik di kawasan tersebut.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan kemunculan api yang tiba-tiba membuat warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun, kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu.
"Api pertama kali muncul dari salah satu warung makan setelah terjadi pemadaman listrik," ungkapnya.
Dalam waktu singkat, api merambat ke bangunan usaha lainnya hingga menjalar ke dua unit rumah warga yang berada di seberang pasar. Kondisi bangunan yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman awal oleh masyarakat tidak mampu membendung penyebaran api.
Menerima laporan kejadian, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau serta satu unit kendaraan water cannon dari Sat Brimob Kompi III Batalyon C dikerahkan sekitar pukul 19.10 WITA.
Setelah berjibaku bersama masyarakat, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 20.00 WITA atau satu jam setelah laporan awal kejadian.
"Api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 20.00 WITA berkat kerja sama tim gabungan dan bantuan masyarakat," jelasnya.
Meski kebakaran mengakibatkan kerusakan bangunan dalam jumlah besar, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun, dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup besar. Sebanyak 29 warung makan mengalami kerusakan akibat kebakaran, ditambah dua unit rumah warga yang terdiri atas empat pintu. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
"Untuk korban jiwa dipastikan nihil. Sementara kerugian material masih kami inventarisasi," ungkapnya.
Pasca-kebakaran, polisi telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Personel Sat Intelkam Polres Berau dan Unit Intelkam Polsek Teluk Bayur juga melakukan pendataan terhadap para pemilik warung yang terdampak serta berkoordinasi dengan pengelola Pasar SAD.
Adapun dugaan korsleting listrik masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan. Polisi belum memastikan sumber pemicu kebakaran maupun kaitannya dengan pemadaman listrik yang terjadi sebelum api muncul.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kebakaran," pungkasnya.
Editor: Erwin
Peristiwa ini menyebabkan puluhan pedagang kehilangan tempat usaha, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Api mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WITA. Berdasarkan keterangan awal sejumlah saksi, kobaran api muncul dari salah satu warung makan tidak lama setelah terjadi pemadaman aliran listrik di kawasan tersebut.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan kemunculan api yang tiba-tiba membuat warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun, kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu.
"Api pertama kali muncul dari salah satu warung makan setelah terjadi pemadaman listrik," ungkapnya.
Dalam waktu singkat, api merambat ke bangunan usaha lainnya hingga menjalar ke dua unit rumah warga yang berada di seberang pasar. Kondisi bangunan yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman awal oleh masyarakat tidak mampu membendung penyebaran api.
Menerima laporan kejadian, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau serta satu unit kendaraan water cannon dari Sat Brimob Kompi III Batalyon C dikerahkan sekitar pukul 19.10 WITA.
Setelah berjibaku bersama masyarakat, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 20.00 WITA atau satu jam setelah laporan awal kejadian.
"Api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 20.00 WITA berkat kerja sama tim gabungan dan bantuan masyarakat," jelasnya.
Meski kebakaran mengakibatkan kerusakan bangunan dalam jumlah besar, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun, dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup besar. Sebanyak 29 warung makan mengalami kerusakan akibat kebakaran, ditambah dua unit rumah warga yang terdiri atas empat pintu. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
"Untuk korban jiwa dipastikan nihil. Sementara kerugian material masih kami inventarisasi," ungkapnya.
Pasca-kebakaran, polisi telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Personel Sat Intelkam Polres Berau dan Unit Intelkam Polsek Teluk Bayur juga melakukan pendataan terhadap para pemilik warung yang terdampak serta berkoordinasi dengan pengelola Pasar SAD.
Adapun dugaan korsleting listrik masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan. Polisi belum memastikan sumber pemicu kebakaran maupun kaitannya dengan pemadaman listrik yang terjadi sebelum api muncul.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kebakaran," pungkasnya.
Editor: Erwin