Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/11/2026).
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/11/2026).
Aksi lanjutan ini dilakukan untuk menagih realisasi tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Rabu (21/10/2026) lalu.
Humas aksi Geram, Arianto, menyampaikan aksi tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas hasil demonstrasi sebelumnya. Dari tujuh tuntutan yang pernah disampaikan, kata dia baru satu tuntutan yang direalisasikan, sementara enam lainnya belum mendapatkan penyelesaian.
“Tujuan kami hari ini menagih janji dari tuntutan sebelumnya. Karena baru satu yang terealisasi, sedangkan enam lainnya belum,” ujar Arianto.
Selain kembali mendesak pemenuhan tuntutan sebelumnya, pihaknya juga membawa dua tuntutan tambahan. Pertama, meminta pemerintah menyediakan akomodasi dan penanganan bagi masyarakat yang terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla di Kaltim.
Kedua, mendesak Gubernur Kaltim mengevaluasi Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
“Desakan ini kita suarakan berkaitan dengan dugaan keterlibatan salah satu anggota TAGUPP dalam memobilisasi massa serta melontarkan pernyataan yang dinilai menyudutkan dan membentuk stigma negatif terhadap mahasiswa,” ucapnya.
Arianto menegaskan, tuntutan ini tidak ditujukan untuk menyerang individu tertentu. Pihaknya meminta gubernur melakukan evaluasi terhadap kinerja dan keberadaan tim tersebut agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
Selain itu dalam aksi tersebut, massa juga mempertanyakan tindak lanjut surat yang sebelumnya disampaikan Gubernur Kaltim kepada Presiden terkait usulan penetapan bencana karhutla sebagai bencana nasional.
Menurut Arianto, salah satu alasan aliansi Geram kembali turun ke jalan adalah belum adanya kejelasan mengenai surat tersebut. Massa ingin mengetahui perkembangan aspirasi yang sebelumnya disampaikan gubernur kepada pemerintah pusat.
“Kita turun kembali karena surat itu tidak dikembalikan kepada teman-teman aliansi. Kita ingin menagih dan mengetahui tindak lanjut aspirasi yang sudah disampaikan gubernur kepada presiden,” tutupnya.
Editor: Erwin
Aksi lanjutan ini dilakukan untuk menagih realisasi tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Rabu (21/10/2026) lalu.
Humas aksi Geram, Arianto, menyampaikan aksi tersebut merupakan bentuk tindak lanjut atas hasil demonstrasi sebelumnya. Dari tujuh tuntutan yang pernah disampaikan, kata dia baru satu tuntutan yang direalisasikan, sementara enam lainnya belum mendapatkan penyelesaian.
“Tujuan kami hari ini menagih janji dari tuntutan sebelumnya. Karena baru satu yang terealisasi, sedangkan enam lainnya belum,” ujar Arianto.
Selain kembali mendesak pemenuhan tuntutan sebelumnya, pihaknya juga membawa dua tuntutan tambahan. Pertama, meminta pemerintah menyediakan akomodasi dan penanganan bagi masyarakat yang terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap karhutla di Kaltim.

Kedua, mendesak Gubernur Kaltim mengevaluasi Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
“Desakan ini kita suarakan berkaitan dengan dugaan keterlibatan salah satu anggota TAGUPP dalam memobilisasi massa serta melontarkan pernyataan yang dinilai menyudutkan dan membentuk stigma negatif terhadap mahasiswa,” ucapnya.
Arianto menegaskan, tuntutan ini tidak ditujukan untuk menyerang individu tertentu. Pihaknya meminta gubernur melakukan evaluasi terhadap kinerja dan keberadaan tim tersebut agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
Selain itu dalam aksi tersebut, massa juga mempertanyakan tindak lanjut surat yang sebelumnya disampaikan Gubernur Kaltim kepada Presiden terkait usulan penetapan bencana karhutla sebagai bencana nasional.
Menurut Arianto, salah satu alasan aliansi Geram kembali turun ke jalan adalah belum adanya kejelasan mengenai surat tersebut. Massa ingin mengetahui perkembangan aspirasi yang sebelumnya disampaikan gubernur kepada pemerintah pusat.
“Kita turun kembali karena surat itu tidak dikembalikan kepada teman-teman aliansi. Kita ingin menagih dan mengetahui tindak lanjut aspirasi yang sudah disampaikan gubernur kepada presiden,” tutupnya.
Editor: Erwin







1.225 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG