Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dampak paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional penerbangan di wilayah Kalimantan mulai menunjukkan tren penurunan signifikan.
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dampak paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional penerbangan di wilayah Kalimantan mulai menunjukkan tren penurunan signifikan.
Setelah sempat melumpuhkan puluhan rute penerbangan, aktivitas kebandarudaraan kini perlahan bergerak kembali menuju normal seiring membaiknya jarak pandang (visibility).
Berdasarkan data rilis resmi Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan periode 26 Oktober hingga 1 November 2026, akumulasi penerbangan yang terdampak karhutla turun menjadi 301 penerbangan.
Angka tersebut menyusut tajam hingga 23 persen atau berkurang 90 penerbangan jika dibandingkan pekan sebelumnya (19–25 Oktober 2026) yang menembus 391 penerbangan terdampak.
Kepala Kantor Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, membeberkan penurunan angka tersebut didorong oleh berkurangnya kasus pembatalan penerbangan secara mendadak di sejumlah bandara udara kawasan Kalimantan.
“Dari total 301 penerbangan terdampak pada periode ini, rinciannya terdiri dari 11 penerbangan mengalami keterlambatan dan 290 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Sementara untuk pengalihan penerbangan nihil,” papar Ferdinan Nurdin, Senin (2/11/2026).
Meski secara keseluruhan wilayah Kalimantan Tengah masih menyumbang persentase terdampak terbesar yakni 262 penerbangan atau 87 persen, kondisi penerbangan di Kalimantan Timur justru melaju cepat menuju pemulihan.
Kaltim kini hanya menyumbang 37 penerbangan terdampak (12,3 persen), dengan rincian 11 penerbangan delayed dan 26 penerbangan dibatalkan.
Di wilayah Kaltim sendiri, operasional di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai berangsur lancar meski sempat mencatat 3 penerbangan delayed dan 4 penerbangan dibatalkan. Sementara Bandara Melalan Sendawar mendominasi dampak di Kaltim dengan 6 keterlambatan dan 22 pembatalan akibat jarak pandang berkisar antara 2.000 hingga 5.000 meter.
“Adapun di Kalimantan Utara, dampak karhutla hampir bersih total dengan hanya menyisa 2 penerbangan terdampak (0,7 persen) di Bandara R.A. Bessing Malinau,” sebutnya.
Ferdinan menegaskan, kendati jarak pandang minimum di sejumlah titik sempat menginjak angka kritis 50 meter, seluruh keputusan operasional maskapai dan pengelola bandara tetap menempatkan keselamatan penerbangan di atas segalanya.
“Koordinasi secara berkelanjutan terus kami perketat bersama penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, maskapai, BMKG, hingga pemerintah daerah. Kami juga memastikan hak-hak penumpang seperti penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket secara penuh (full refund) wajib dipenuhi maskapai sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.
Editor: Erwin
Setelah sempat melumpuhkan puluhan rute penerbangan, aktivitas kebandarudaraan kini perlahan bergerak kembali menuju normal seiring membaiknya jarak pandang (visibility).
Berdasarkan data rilis resmi Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan periode 26 Oktober hingga 1 November 2026, akumulasi penerbangan yang terdampak karhutla turun menjadi 301 penerbangan.
Angka tersebut menyusut tajam hingga 23 persen atau berkurang 90 penerbangan jika dibandingkan pekan sebelumnya (19–25 Oktober 2026) yang menembus 391 penerbangan terdampak.
Kepala Kantor Otban Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, membeberkan penurunan angka tersebut didorong oleh berkurangnya kasus pembatalan penerbangan secara mendadak di sejumlah bandara udara kawasan Kalimantan.

“Dari total 301 penerbangan terdampak pada periode ini, rinciannya terdiri dari 11 penerbangan mengalami keterlambatan dan 290 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Sementara untuk pengalihan penerbangan nihil,” papar Ferdinan Nurdin, Senin (2/11/2026).
Meski secara keseluruhan wilayah Kalimantan Tengah masih menyumbang persentase terdampak terbesar yakni 262 penerbangan atau 87 persen, kondisi penerbangan di Kalimantan Timur justru melaju cepat menuju pemulihan.
Kaltim kini hanya menyumbang 37 penerbangan terdampak (12,3 persen), dengan rincian 11 penerbangan delayed dan 26 penerbangan dibatalkan.
Di wilayah Kaltim sendiri, operasional di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai berangsur lancar meski sempat mencatat 3 penerbangan delayed dan 4 penerbangan dibatalkan. Sementara Bandara Melalan Sendawar mendominasi dampak di Kaltim dengan 6 keterlambatan dan 22 pembatalan akibat jarak pandang berkisar antara 2.000 hingga 5.000 meter.
“Adapun di Kalimantan Utara, dampak karhutla hampir bersih total dengan hanya menyisa 2 penerbangan terdampak (0,7 persen) di Bandara R.A. Bessing Malinau,” sebutnya.
Ferdinan menegaskan, kendati jarak pandang minimum di sejumlah titik sempat menginjak angka kritis 50 meter, seluruh keputusan operasional maskapai dan pengelola bandara tetap menempatkan keselamatan penerbangan di atas segalanya.
“Koordinasi secara berkelanjutan terus kami perketat bersama penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, maskapai, BMKG, hingga pemerintah daerah. Kami juga memastikan hak-hak penumpang seperti penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket secara penuh (full refund) wajib dipenuhi maskapai sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.
Editor: Erwin







Pusat gempa berada di darat 9 km Utara Kota Jayapura
02 Nov 2026, 16:58:58 WIB • Kedalaman 8 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG