Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memperketat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan menyasar lingkungan birokrasi hingga pemerintahan kampung.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memperketat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan menyasar lingkungan birokrasi hingga pemerintahan kampung.
Salah satu langkah yang dilakukan melalui tes urine terhadap lurah, kepala kampung, serta seluruh staf pemerintahan kampung se-Kabupaten Berau pada 2026.
Kegiatan yang digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau tersebut mengusung tema Bersama Wujudkan Kampung Bersih dari Narkoba (BERSINAR), untuk Berau yang Aman, Sehat, dan Berdaya Saing.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang juga menjabat Ketua Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kabupaten Berau, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan aparatur. Sebaliknya, langkah itu menjadi bagian dari deteksi dini untuk memastikan lingkungan pemerintahan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Tes urine ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi lebih mengarah pada upaya pencegahan dan deteksi dini,” tegasnya, Selasa (3/10/2026).
Aparatur kampung menjadi salah satu kelompok penting dalam upaya pencegahan narkoba karena memiliki interaksi langsung dengan masyarakat. Posisi tersebut menuntut setiap aparatur menjaga integritas, kedisiplinan, serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, upaya membangun kampung yang bersih dari narkoba tidak akan berjalan optimal apabila lingkungan pemerintahannya sendiri belum mampu menunjukkan komitmen serupa.
Terlebih, penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga dapat merusak kehidupan keluarga, masa depan generasi muda, hingga kualitas pelayanan publik.
“Lingkungan pemerintah harus menjadi salah satu tempat yang memberikan contoh kepada masyarakat,” ujarnya.
Gamalis juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukan semata-mata tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, maupun aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan, memiliki peran dalam memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Karena itu, ia meminta peserta mengikuti pemeriksaan dengan kesadaran dan keterbukaan. Pelaksanaannya pun harus mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, serta tetap menjaga hak dan privasi setiap peserta.
Hasil pemeriksaan, lanjutnya, perlu ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur yang berlaku agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Lebih jauh, Gamalis berharap tes urine tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan semata. Namun, dapat menjadi momentum membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan berintegritas di lingkungan pemerintahan kampung.
Ia juga mengingatkan aparatur agar tidak pernah mencoba narkotika, sekalipun merasa mampu mengendalikan diri dari risiko penyalahgunaan.
“Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan kerja kita. Aparat harus sehat, bersih, berintegritas, serta menjadi teladan bagi masyarakatnya,” pesannya.
Pemkab Berau memastikan komitmen pencegahan dan pemberantasan narkotika akan terus diperkuat. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih dari narkoba sekaligus menjadi fondasi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pernyataan bersama bahwa Pemerintah Kabupaten Berau tidak memberikan ruang sedikit pun bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Salah satu langkah yang dilakukan melalui tes urine terhadap lurah, kepala kampung, serta seluruh staf pemerintahan kampung se-Kabupaten Berau pada 2026.
Kegiatan yang digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau tersebut mengusung tema Bersama Wujudkan Kampung Bersih dari Narkoba (BERSINAR), untuk Berau yang Aman, Sehat, dan Berdaya Saing.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang juga menjabat Ketua Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kabupaten Berau, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan aparatur. Sebaliknya, langkah itu menjadi bagian dari deteksi dini untuk memastikan lingkungan pemerintahan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Tes urine ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi lebih mengarah pada upaya pencegahan dan deteksi dini,” tegasnya, Selasa (3/10/2026).

Aparatur kampung menjadi salah satu kelompok penting dalam upaya pencegahan narkoba karena memiliki interaksi langsung dengan masyarakat. Posisi tersebut menuntut setiap aparatur menjaga integritas, kedisiplinan, serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai, upaya membangun kampung yang bersih dari narkoba tidak akan berjalan optimal apabila lingkungan pemerintahannya sendiri belum mampu menunjukkan komitmen serupa.
Terlebih, penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga dapat merusak kehidupan keluarga, masa depan generasi muda, hingga kualitas pelayanan publik.
“Lingkungan pemerintah harus menjadi salah satu tempat yang memberikan contoh kepada masyarakat,” ujarnya.
Gamalis juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukan semata-mata tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, maupun aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan, memiliki peran dalam memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Karena itu, ia meminta peserta mengikuti pemeriksaan dengan kesadaran dan keterbukaan. Pelaksanaannya pun harus mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, serta tetap menjaga hak dan privasi setiap peserta.
Hasil pemeriksaan, lanjutnya, perlu ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur yang berlaku agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Lebih jauh, Gamalis berharap tes urine tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan semata. Namun, dapat menjadi momentum membangun budaya kerja yang sehat, disiplin, dan berintegritas di lingkungan pemerintahan kampung.






Ia juga mengingatkan aparatur agar tidak pernah mencoba narkotika, sekalipun merasa mampu mengendalikan diri dari risiko penyalahgunaan.
“Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan kerja kita. Aparat harus sehat, bersih, berintegritas, serta menjadi teladan bagi masyarakatnya,” pesannya.
Pemkab Berau memastikan komitmen pencegahan dan pemberantasan narkotika akan terus diperkuat. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih dari narkoba sekaligus menjadi fondasi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pernyataan bersama bahwa Pemerintah Kabupaten Berau tidak memberikan ruang sedikit pun bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan,” pungkasnya.
Editor: Erwin

1.223 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 9 km Utara Kota Jayapura
02 Nov 2026, 16:58:58 WIB • Kedalaman 8 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG