Pertemuan dengan manajemen PLN tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik sekaligus mendukung upaya pemulihan pasokan di wilayah Kubar.
Nanang mengatakan pemkab ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi kelistrikan, termasuk sejumlah kendala yang dalam beberapa waktu terakhir memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah ingin tahu juga, kenapa ada pemadaman yang sekarang dikeluhkan masyarakat. Jadi kita mau mencari akarnya di mana,” ujar Nanang kepada Korankaltim.com.
Dari pertemuan tersebut, ia memperoleh penjelasan mengenai sejumlah faktor yang memengaruhi pasokan listrik, terutama gangguan pada mesin pembangkit. Menurut Nanang, koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN penting untuk mendukung penanganan kendala yang terjadi.
Pemkab Kubar mendukung langkah PLN dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik. Penambahan mesin pembangkit menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kelistrikan ke depan.
Usai pertemuan, Nanang bersama rombongan yang turut didampingi Plt Asisten III Sekretariat Kabupaten Kubar meninjau lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Melak di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak.
Di lokasi tersebut rombongan melihat persiapan pemasangan mesin pembangkit baru dengan kapasitas tambahan 5 megawatt (MW). Sejumlah unit mesin telah ditempatkan di area baru di samping fasilitas pembangkit yang sudah beroperasi. Pekerjaan pendukung, termasuk pembangunan tempat tangki bahan bakar, juga tengah berlangsung.
Nanang berharap penambahan kapasitas pembangkit tersebut dapat mendukung kebutuhan listrik masyarakat seiring dengan upaya PLN memulihkan dan meningkatkan pelayanan.
Selain kondisi pasokan listrik, ia menyebut perluasan akses listrik ke kampung-kampung yang belum teraliri juga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, upaya tersebut perlu terus didorong melalui koordinasi dengan PLN dan pihak terkait.
Terkait dampak pemadaman terhadap pelayanan pemerintahan, Nanang menyebut sejumlah fasilitas telah memiliki sumber listrik cadangan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas kesehatan juga telah menyiapkan genset untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik.
Editor: Aspian Nur
Pertemuan dengan manajemen PLN tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan penanganan gangguan listrik sekaligus mendukung upaya pemulihan pasokan di wilayah Kubar.
Nanang mengatakan pemkab ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi kelistrikan, termasuk sejumlah kendala yang dalam beberapa waktu terakhir memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah ingin tahu juga, kenapa ada pemadaman yang sekarang dikeluhkan masyarakat. Jadi kita mau mencari akarnya di mana,” ujar Nanang kepada Korankaltim.com.
Dari pertemuan tersebut, ia memperoleh penjelasan mengenai sejumlah faktor yang memengaruhi pasokan listrik, terutama gangguan pada mesin pembangkit. Menurut Nanang, koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN penting untuk mendukung penanganan kendala yang terjadi.
Pemkab Kubar mendukung langkah PLN dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik. Penambahan mesin pembangkit menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kelistrikan ke depan.
Usai pertemuan, Nanang bersama rombongan yang turut didampingi Plt Asisten III Sekretariat Kabupaten Kubar meninjau lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Melak di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak.
Di lokasi tersebut rombongan melihat persiapan pemasangan mesin pembangkit baru dengan kapasitas tambahan 5 megawatt (MW). Sejumlah unit mesin telah ditempatkan di area baru di samping fasilitas pembangkit yang sudah beroperasi. Pekerjaan pendukung, termasuk pembangunan tempat tangki bahan bakar, juga tengah berlangsung.
Nanang berharap penambahan kapasitas pembangkit tersebut dapat mendukung kebutuhan listrik masyarakat seiring dengan upaya PLN memulihkan dan meningkatkan pelayanan.
Selain kondisi pasokan listrik, ia menyebut perluasan akses listrik ke kampung-kampung yang belum teraliri juga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, upaya tersebut perlu terus didorong melalui koordinasi dengan PLN dan pihak terkait.
Terkait dampak pemadaman terhadap pelayanan pemerintahan, Nanang menyebut sejumlah fasilitas telah memiliki sumber listrik cadangan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas kesehatan juga telah menyiapkan genset untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik.
Editor: Aspian Nur