Kejadian ini bermula saat ia bertugas mendampingi Rudy Mas’ud menuju sebuah masjid masih di sekitar komplek Kantor Gubernur Kaltim. Saat ini, aku masa baru saja usai, dan mirisnya, Rudy yang diduga tidak muncul menemui masa justru bertemu di halaman masjid tersebut.
Dalam video yang beredar, Asky diduga melakukan Intimidasi serta bahkan terlihat sempat kontak fisik dengan melakukan dorongan menggunakan bahu ke salah seorang masa yang merupakan mahasiswa.
Dari kejadian itu, Polda Kaltim sempat melakukan pendalaman, Berdasaran keterangan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Soepandi, Asky rupanya bukan merupakan anggota polisi yang berada di wilayahnya.
“Jadi yang bersangkutan ini merupakan anggota Brimob dari Polda Kalimantan Utara,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Kamis (22/10).
Lantas, mengapa Asky justru menjadi ajudan untuk Gubernur Kaltim, pertanyaan itu menyeruak dari awak media ini. Tedy mengaku bersangkutan sudah lama mendampingi gubernur.
“Mereka mungkin memiliki chemistry, dia sudah mendampingi sejak gubernur masih di DPRD, sehingga sudah melekat,” tuturnya.
Tak hanya itu, lanjut Tedy, yang bersangkutan juga terancam mendapatkan sangsi kode etik dari Polda Kalimantan Utara. Pihaknya sepenuhnya menyerahkan ke Bidang Propam Polda Kaltara.
“Yang menangani dari sana, sangsinya pasti ada karena sudah ditangani oleh Bidpropam,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kejadian ini bermula saat ia bertugas mendampingi Rudy Mas’ud menuju sebuah masjid masih di sekitar komplek Kantor Gubernur Kaltim. Saat ini, aku masa baru saja usai, dan mirisnya, Rudy yang diduga tidak muncul menemui masa justru bertemu di halaman masjid tersebut.
Dalam video yang beredar, Asky diduga melakukan Intimidasi serta bahkan terlihat sempat kontak fisik dengan melakukan dorongan menggunakan bahu ke salah seorang masa yang merupakan mahasiswa.
Dari kejadian itu, Polda Kaltim sempat melakukan pendalaman, Berdasaran keterangan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Soepandi, Asky rupanya bukan merupakan anggota polisi yang berada di wilayahnya.
“Jadi yang bersangkutan ini merupakan anggota Brimob dari Polda Kalimantan Utara,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Kamis (22/10).
Lantas, mengapa Asky justru menjadi ajudan untuk Gubernur Kaltim, pertanyaan itu menyeruak dari awak media ini. Tedy mengaku bersangkutan sudah lama mendampingi gubernur.
“Mereka mungkin memiliki chemistry, dia sudah mendampingi sejak gubernur masih di DPRD, sehingga sudah melekat,” tuturnya.
Tak hanya itu, lanjut Tedy, yang bersangkutan juga terancam mendapatkan sangsi kode etik dari Polda Kalimantan Utara. Pihaknya sepenuhnya menyerahkan ke Bidang Propam Polda Kaltara.
“Yang menangani dari sana, sangsinya pasti ada karena sudah ditangani oleh Bidpropam,” tutupnya.